Selasa, 24 November 2020

Ayo Teliti Membaca Resep Dari Internet

Sekarang, jadi koki tidaklah sesulit di zaman dulu ketika belum ada internet. Kalau mau memasak sesuatu, kita tinggal klik Google dan menemukan resep yang sesuai. Tapi menemukan resep dan mencobanya, adalah hal yang berbeda. Belum tentu setelah menemukan resep kita dapat membuat makanan sesuai yang kita harapkan. Ada banyak tahap-tahap yang perlu dilakukan lagi. Mencari bahan, menggunakan alat dan cara kita membuat masakan dari resep tersebut dapat berpengaruh pada masakan yang kita hasilkan. 

Mencari resep yang cocok dan tepat adalah langkah awal yang penting dilakukan. Semakin sulit sebuah resep dilaksanakan, semakin sulit jalan yang akan ditempuh untuk mendapat masakan yang sesuai dengan harapan.  Apalagi kita perlu tahu bahwa dalam resep yang dibaca, belum tentu penulis resep  membaca ulang resep yang sudah ditulisnya sehingga bisa saja resep tersebut kurang lengkap atau salah tulis. 

Jika penulis resep dapat dihubungi, kita dapat menanyakan kembali masalah ini, dan penulisnya dapat memperbaikinya. Ini yang saya sering temukan pada 'Food Blogger' yang sudah kondang. Mereka sangat terbuka menerima masukan dan dengan besar hari memperbaiki resep yang kurang lengkap atau salah ketik. 

Jadi bagaimana mengetahui apakah resep tersebut sudah benar? sayangnya, ada faktor pengalaman yang berpengaruh. Semakin sering kita membuat dan mempraktekkan resep, semakin banyak pengalaman dan pengetahuan kita yang dapat dipakai untuk mempelajari resep dari internet. Namun kita tak perlu takut, sebetulnya ada cara yang cukup aman untuk mencoba resep dari internet yaitu: 

  • Buatlah pandangan konservatif, jadi jangan langsung percaya dan ingin mempraktekkan resep yang diperoleh. Carilah beberapa resep yang serupa dan lakukan studi banding. 
  • Lakukan dalam jumlah yang sangat sedikit sebelum membuat dalam jumlah yang lebih banyak. 
  • Lengkapnya dapat dilihat di sini

Di bawah ini adalah beberapa contoh resep yang mungkin salah ketik atau salah edit.  Saya sudah mencoba resep tersebut dan memodifikasinya agar lebih mudah dilaksanakan. 

1. Mooncake Turtle

Mooncake buatan sendiri dengan resep yang sudah dimodifikasi, resep ada di : sini


Resep  Asli Mooncake Turtle dari Internet


Bahan Mooncake:

  • 500 gr   Tepung terigu
  • 200 gr    GULAKU gula pasir
  • 90 gr   Susu bubuk
  • ½ sdm    Baking powder
  • ½ sdt   Vanili bubuk
  • 2 butir   Telur utuh
  • 90 gr   Mentega, cairkan
  • 12 sdt   Garam

Kita melihat resep tidak menambahkan air. Benda cair terdapat dari telur 2 butir dan mentega cair 90 gr. 1 butir telur kurang lebih 50 ml sehingga kalau diperkirakan 100 ml cairan dari telur. 10 gr mentega cair kurang lebih 9.8 ml. Jadi perkiraan kasar dari mentega cair adalah 85t ml. Total cairan keduanya adalah 185 ml yang akan dicampur dengan 200 gr gula dan 500 gr tepung terigu. Jadi perbandingannya kurang lebih 1: 3 dengan tambahan gula pasir sebanyak 200 gr. 

Saya cek beberapa resep Mooncake lain di internet, perbandingan bahan cair total kurang lebih 1: 2. Kekurangan bahan cair menyebabkan adonan menjadi keras, sulit untuk dibentuk dan hasil cenderung keras. Pada resep dapat juga dibaca agar kita mencampur 2 butir telur dengan 200 gr gula pasir selama 5 menit. Sepertinya kurang masuk akal mencampur gula pasir sebanyak itu dengan telur hanya 2 butir, kecuali kalau gula dihaluskan dulu atau menggunakan gula tepung.

2. Olie Bollen

Olie Bollen buatan sendiri dengan resep yang sudah dimodifikasi, resep ada di : sini

Resep  Asli Olie Bollen dari Internet

Bahan A

  • 2 sdm   GULAKU Gula pasir
  • 250 gr   Tepung terigu
  • ½ sdt   Garam
  • 1 sdt   Ragi instan
  • 1 sdt   Kayu manis bubuk

 Bahan B

  • 150 gr   Susu cair
  • 2 btr   Telur
  • 2 sdm   Butter cair
  • 75 gr   Kismis direndam air panas
  • 400 ml   Minyak untuk menggoreng

Terigu yang dipakai 250 gram, dengan total bahan cair 280 ml. Rinciannya:  telur 100 ml, susu 150 gr (seharusnya ml kah? ) dan 2 sdm butter cair kira kira 30 ml. Dari pengalaman membuat roti dan melihat resep, perbandingan terigu dan benda cair tidak pernah 1: 1, perbandingan 2 terigu dan 1 air saja sudah cukup sulit untuk menjadi kalis, apalagi jika tidak menggunakan terigu khusus untuk roti dengan gluten yang tinggi. Jadi ini juga sulit untuk dilaksanakan. 

Jadi sebelum mencoba resep, sebaiknya kita teliti membaca dan menganalisanya kembali karena tidak semua resep dapat langsung dilaksanakan dengan baik. 

20 komentar:

  1. Menarik artikelnya. Resep masakan itu seperti tutorial merakit barang, gampang-gampang sudah atau cocok-cocokan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, semua harus dipelajari terlebih dahulu dengan baik

      Hapus
  2. Betul butuh ketelitian baca resep dan mempraktekkannya. Kadang ada bahan yang kurang atau salah tulis di resepnya. Saya dulu pernah nyoba resep, udah teliti tapi ternyata ada satu bahan yg cukup penting yg ga ditulis, hasilnya rotinya keras, ha, ha

    BalasHapus
    Balasan
    1. O ya, jadi penasaran... mungkinkah yang ketinggalan itu butter cair..??

      Hapus
  3. wahh teliti sekali. selama ini saya gak pernah kepkiran kalo bkin kue buat cek cek lagi. seringnya emang gagal kalo bkin kue. jgn2 emang ada takaran yang engga sesuai yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak juga,saya masih sering kepleset juga kalau milih resep.. kalau waktu membuat kurang berhasil sebenarnya bisa dimodifikasi resepnya

      Hapus
  4. Iya benar, harus dicari perbandingan dari resep-resep lain ya. Jangan sampai gagal total karena perbandingan adonan dengan zat cairnya tidak tepat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, karena perbandingan zat cair dan padat dalam kue itu cukup penting

      Hapus
  5. Foto makanan yang bentuk kura-kuranya lucuuuu. Saya juga punya teman yang kalau lihat resep bisa langsung menilai. Ini mah susah, enggak segampang di videonya, gitu katanya. Jadi buat saya yang orangnya enggak mau susah kalau masak, jadi bergantung sama dia. Soalnya kalau dia bilang beneran gampang, memang gampang. Hahaha. Sekarang malah dapat teman satu lagi yang kayak dia: Mbak Wise. Asik. Makasih udah ngasih pencerahan. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe yang kura kura sebagian buatan anak saya yang hobby baking...Makasih sudah jadi kawan saya..

      Hapus
  6. Bentuknya lucu-lucu. Aku fokus ngeliatin bentuknya dari pada resepnya. Hehehe, juara nih mak anti kalo udah posting makanan di medsos.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hadeeeuh jadi melambung ini.. sebenarnya ini dibuat bersama sama anak saya yang suka baking.. makasih ya

      Hapus
  7. Benar mba, apalagi untuk resep kue dan roti aturannya harus sama persis dengan resep aslinya kalau ada yang kurang sediki saja adonan kue/roti bisa jadi gagal, nice info mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak serigid itu sih.. kan ini bukan menakar obat.. takaran wajar saja kalau plus minus 10-30 gr.. tapi emang ada yang ekstrim salahnya seperti nggak ada bahan yang penting atau salah takaran nggak ketulungan

      Hapus
  8. Betul mbak saya sukar untuk mempercayai resep dari internet walaupun sdh survey..lebih senang dan percaya resep yang diberikan pembuatnya langsung dan pernah tatap muka ..90% pasti berhasil ..tapi klo resep dari internet separuh persennya berhasil aja udah bersyukur bnyk gagalnya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin kalau ada videonya lebih meyakinkan ya.. atau food bloggernya sudah dikenal reputasinya

      Hapus
  9. Bener banget. Bnyk resep bertebaran di internet, tp tetep hrs selektif jg. Klo saya sih mending ambil resep dr org yg udah ngetop, spy amannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, sekarang udah banyak resep resep yang dapat dipakai dan food bloggernya ramah ramah dan mau jawab pertanyaan..

      Hapus
  10. lucu-lucu banget kuenya.
    untung Mbak ada pengalaman bikin kue ya, jadi tau saat ada bagian resep yang dirasa kurang pas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu waktu baru pegang centong dan oven , sering gagal juga ketika coba resep, tapi biasanya diubah ubah dikiit

      Hapus