![]() |
| Sup Krim Jagung |
Sebuah catatan berkreasi di dapur seperti uji coba resep, kreasi resep, tips, perawatan alat dapur, cara memilih bahan makanan, cara memproses dan menghidangkan makanan agar jadi enak, halal dan baik untuk keluarga.
Pernahkah mengalami anak sulit makan setelah berhenti ASI? Anak yang sulit makan akan mengalami banyak masalah di kemudian hari seperti bahaya kurang gizi yang berakibat stunting. Tentu saja kita tidak ingin anak anak menjadi terbelakang dari pertumbuhan fisik dan juga otaknya. Bagaimanapun anak yang sehat kuat dan tumbuh dengan baik dapat membantu aktivitasnya di masa datang. Agar anak mau makan, kita perlu mengajarinya secara bertahap dan salah satunya dengan memberi MPASI (Makanan Pendamping ASI). Tahap anak belajar makan dimulai ketika pemberian MPASI kurang lebih usia 3 sampai 6 bulan. Untuk yang memberi ASI eksklusif, direkomendasikan oleh dokter untuk memulai MPASI usia 6 bulan. Dengan memberikan MPASI diharapkan anak mulai belajar mengunyah, merasakan tekstur makanan dan perutnya sudah mulai belajar mencerna makanan.
Selain berpengaruh pada pertumbuhan, kesulitan menghabiskan MPASI ini bisa berpengaruh pada gigi. Anak yang tidak mau makan berarti tidak mau mengunyah makanannya dan ini dapat berpengaruh pada pertumbuhan rahang dan giginya. Menurut dokter gigi spesialis anak, jika anak tidak terbiasa mengunyah, pertumbuhan rahangnya cenderung tidak sempurna. Ini bisa berakibat pada gigi yang terlihat penuh karena gigi yang besar terletak pada rahang yang kecil. Gigi tersebut memaksa untuk mendesak masuk dalam rahang yang sempit, akibatnya susunan gigi menjadi tidak rata. Jika gigi tidak rata, anak akan sulit membersihkan gigi, banyak kotoran menumpuk dan kembali menyebabkan anak jadi sulit makan. Selain itu gigi yang tidak rata dan berdesakan bisa berpengaruh pada pengucapan bunyi dan cara berbicara.
Tahap memberi MPASI kadang berbeda pada tiap anak. Ada anak yang mudah mengkonsumsi makanan berserat, ada yang mudah makan segala aneka rasa dan bau makanan, tapi ada juga yang sulit. Lakukan pengamatan apakah ia sudah mampu menghabiskan MPASI dan mencerna dengan baik. Jika sudah berlangsung selama 1 bulan, kenalkan sedikit demi sedikit MPASI pada tahap selanjutnya. Jika belum bisa, teruskan MPASI pertama. Begitu juga pada tahap selanjutnya.
Usia 6- 8 bulan, anak mulai diberi MPASI tahap awal. Beberapa jenis makanan yang dianjurkan pada tahap awal antara lain: tepung kacang hijau, tepung beras merah, gula aren, bayam, sedikit wortel, sedikit buncis, pisang dan jeruk manis dan aneka kaldu. Untuk jeruk, berikan jeruk manis peras, dan tahap berikutnya berikan bagian dalam jeruk yang sudah bersih dari kulit.
![]() |
| Gambar dari: https://www.nutritiousmovement.com/orange-autopsy/ |
Yang belum direkomendasikan: madu, keju, kentang, dan sayuran berserat yang agak sulit dicerna seperti labu siam dan daun singkong, juga buah beraroma tajam, berserat atau bergetah seperti durian, nangka, sirsak, sawo pepaya, dan lain lain. Madu tidak dianjurkan karena belum bisa dicerna dengan baik oleh bayi, begitu juga keju. Untuk sayuran berserat kasar atau bergetah perlu dihindari untuk menjaga sistem pencernaan bayi yang belum sempurna tetap bekerja dengan baik. Makanan bergetah atau makanan yang belum matang kadang bisa menimbulkan sembelit.
Namun ini semua juga bergantung pada keadaan anak. Sekali lagi, jika ingin mencoba makanan baru, berikan sedikit demi sedikit dan lakukan pengamatan sejak ia menelan makanan sampai ia mengeluarkan makanan yang sudah dicerna.
Contoh MPASI pada tahap awal adalah bubur saring seperti kacang hijau dan tepung beras merah yang dihaluskan dan disaring. Bubur ini dapat diberi rasa asin dan manis dari gula aren, juga menambahkan susu formula sesuai usia ke dalam bubur. Jika ingin bubur asin, dapat ditambahkan sayuran yang lembut seperti bayam atau wortel. Kita juga bisa memberi buah seperti pisang yang dikerok halus dan dibuang kulit bagian luarnya agar tidak mengandung serat. Pastikan untuk memberi buah yang matang agar anak dapat mencerna dengan baik dan tidak sembelit.
Tahap MPASI selanjutnya adalah usia 8 bulan - 12 bulan. Pada tahap ini biasanya anak mulai tumbuh gigi. Awal tumbuh gigi biasanya gusi terasa gatal dan ia ingin mengunyah apapun yang ada di depannya. Biasanya orang tua akan memberikan teether, mainan berbentuk plastik bertekstur yang bisa membantu menghilangkan rasa gatal di gigi. Untuk membantu belajar mengunyah, berikan makanan yang teksturnya agak kasar.
![]() |
| Gambar dari:https://www.bigaigle.top/ProductDetail.aspx?iid=148584129&pr=38.88 |
Contoh MPASI pada tahap ini adalah bubur tim berupa beras yang awalnya disaring dengan saringan kasar, dan bertahap sampai tidak disaring. Selain beras, kita bisa mencoba kacang hijau, kentang dan umbi umbian atau gabungan dari beberapa bahan seperti beras dan kacang hijau, beras dan kentang dan lain lain. Pastikan bubur tim betul betul empuk. Bubur tim dimasak bersama bayam, brokoli, wortel, kentang atau sayuran lainnya. Untuk protein kita bisa menambahkan tahu dan tempe.
Agar tidak berbau amis, saya biasa memasak protein hewani seperti hati, telur dan ikan secara terpisah. Cara ini juga membuat makanan lebih awet dan tidak terbuang percuma jika anak tak dapat menghabiskan makanannya.Sedikit tips dari ibu saya untuk menambahkan sedikit bawang merah agar anak mulai mengenal bumbu, juga agar lauk pauk tidak terasa bau dan menyebabkan rasa mual. Bawang merah juga baik untuk mencegah kembung pada anak. Selain makanan pokok, kita juga sudah mulai bisa mengenalkan makanan selingan seperti biskuit bayi, puding, segala makanan lembut yang mengandung susu dan keju, buah matang seperti pepaya, apel dan lain lain.
Setelah tahap ini anak akan diajar makan nasi tim dengan sayuran dan sedikit lauk pauk yang empuk. Pilihan makannya sudah lebih bervariasi. Biasanya ibu ibu sudah agak bernafas lega pada tahap ini.
Pernah saya menduga ia mengalami masalah pencernaan walau ketika saya periksa, proses pengeluarannya baik baik saja. Saya juga sudah mencoba konsumsi jamu seperti kunyit ketika menyusui untuk memperbaiki pencernaannya. Tapi segala yang saya lakukan tidak memberi pengaruh apa apa. Masalah ini tidak dapat selesai sampai dia lebih dari usia Balita, dia masih sulit makan. Sampai sekarang ia masih berusaha keras untuk makan nasi sayur dan buah serta lauk pauk. Yang paling disukainya adalah susu dan segala olahannya, tapi selain itu, pilihannya sangat terbatas.
Ketika ia mulai menginjak remaja, ia mulai bercerita mengapa ia tidak mau makan. Katanya ia mengalami masalah dengan serat, tidak suka dengan rasa sayuran, tidak suka dengan bau yang amis, sulit dan lama mengunyah makanan serta mengalami kesulitan untuk menelan makanan. Jika makanan diberikan dalam bentuk jus, rasanya jadi aneh dan tidak enak. Ia juga kesulitan menelan jus kental dan mudah tersedak ketika menelan dalam jumlah yang banyak. Rupanya ia sangat sensitif dengan rasa, bau dan tekstur makanan juga memiliki masalah dalam mengunyah dan menelan makanan.
Jadi, selain memilih resep MPASI yang tepat, membuatnya betul-betul halus, tidak berserat, memastikan rasa dan bau makanan yang enak (setidaknya untuk kita), kita juga perlu memperhatikan bagaimana cara anak mengkonsumsi MPASInya. Apakah ia dapat mengunyah dan menelan makanan dengan baik? Jika ia mengunyah makanan dalam waktu yang cukup lama, mungkin ada masalah dengan proses mengunyah dan menelan makanan. Potong makanan kecil kecil dan berikan dalam jumlah sedikit. Jika masih sulit mengunyah dan menelan makanan, kita bisa berkonsultasi ke dokter spesialis anak.
Sekarang, anak saya yang sulit makan sudah bisa memasak sendiri makanannya. Dari sisi positif, karena lidah dan penciumannya sensitif, ia selalu berhasil membuat masakan dan kue yang enak.
Di bawah ini ada resep MPASI untuk usia kurang lebih 8 bulan ke atas yang dapat dicoba. Puding Pie Labu Kuning. Labu kuning dan umbi-umbian lokal sangat baik untuk anak. Jika tidak ada biskuit dan butter, bisa membuat lapisan atasnya saja. Jika tidak ada labu kuning, bisa diganti dengan ubi jalar aneka warna atau pisang. Untuk anak usia 20 bulan ke atas bisa ditambahkan coklat putih atau keju untuk menambah rasa.
![]() |
| Puding Pie Labu Kuning |
Puding Pie Labu Kuning
Bahan Pie Crust:
Bahan puding:
Masak semua bahan hingga meletup letup, tuang ke atas pie crust. Simpan ke dalam kulkas. Hias sesuai selera, sajikan dingin
Kudapan ini saya buat setelah anak anak sudah tidak ada lagi yang membutuhkan MPASI, tapi rasanya enak dan tetap disukai mereka.
Bumi Aki adalah tempat makan yang didirikan pada tahun 1987. Arti Bumi Aki sendiri adalah Rumah Kakek, memiliki arti rumah yang hangat, tempat berkumpul bersama keluarga. Berawal dari warung kopi di Jalan Raya Puncak nomor 59, tempat makan ini terus berkembang menjadi restoran masakan Sunda yang ada di berbagai tempat yaitu di puncak, Cibinong, Bogor, Cisarua, dan yang terbaru ada di Bandung Jalan RE Martadinata 51.
Ada yang tau kah, apa sih sebenernya masakan khas Sunda? kalau Padang terkenal dengan Rendang, Palembang Mpek-mpek, madura dengan Sate, Jawa dengan Gudeg, Rawon, tapi kalau Sunda, apa ya? Saya kira dulu orang Sunda tidak bisa masak, karena pernah ada cerita kalau masakan Sunda itu banyaknya ikan asin berserta lalapan saja.. sampai ada guyonan kalau orang Sunda dilepas di kebun, dia akan berhasil hidup karena bisa makan dengan lalap dan sambal saja.. hehehe.. Tapi ternyata tidak, kuliner Sunda sangat beragam jenis dan rasanya. sayang sekali kita kurang mengenalnya.
Salah satu misi Bumi Aki Heritage Bandung adalah mengenalkan masakan Sunda ke masyarakat luas. Ok, jadi nggak cuma lalapan aja yah yang ditawarkan.ternyata banyak lho pilihannya: aneka sajian ikan, udang, nasi liwet, sate, sop, dan lain lain. Yang menarik bagi saya pribadi, semua masakan di Bumi Aki dimasak tanpa menggunakan MSG. unik kan.. ? bagaimana caranya bikin makanan enak dan digemari, tapi tanpa MSG? ini cocok banget buat saya sekeluarga yang memang sudah lama meninggalkan MSG.. Jadi pingin coba rasanya, betulkah tanpa MSG? dan betulkah enak...?
Saking seriusnya ingin mengenalkan kuliner Sunda, Bumi Aki sampai bekerja sama dengan Chef kondang Devina Hermawan membuat masakan Sunda yang pastinya enak. Ada beberapa kreasi Chef Devina yang diluncurkan yaitu Iga Sapi Bakar Madu, Ayam Baby liwet ketan, Udang Sambal Raos dan Ketan Bakar Platter.
Pada acara pembukaan restoran, menu ini dihidangkan dan Chef Devina sendiri hadir pada acara pembukaan.
![]() |
| Ketan Bakar Platter |
Nah langsung aja, yuk kita jalan jalan melipir ke Restorannya. Ini daerah pintu masuk.. maafkan tampak depan tidak difoto karena waktu sampai di sana, sinar sedang panas terik sehingga kami ingin cepat masuk ke dalam dan lupa memotret.
Yang jelas, di waktu hujan, aman kok, bisa dijemput payung dan bisa menitipkan payung di depan pintu masuk. Ada beberapa langkah tangga yang harus dilewati, tapi juga ada tempat masuk utnuk pengunjung berkursi roda.
![]() |
| Teras depan dan tangga |
![]() |
| Tempat masuk pengunjung berkursi roda |
![]() |
| Kursi roda ini dapat digunakan oleh pengunjung |
Kalau ingin makan di teras luar, bisa juga. Bangunan Bumi Aki ini agak menjorok ke dalam dengan sedikit taman depan, sehingga kalau ingin makan di depan, cukup nyaman di pagi atau sore hari. Untuk menu pagi terdapat sajian spesial dengan harga mulai 30 ribuan dengan menu : kupat tahu, nasi goreng kampung, soto sadang dan bubur ayam Cianjur.
![]() |
| Terdapat selasar yang menutupi tempat makan di luar yang dapat mencegah hujan |
![]() |
| Pemilihan meja kursi yang sesuai dengan suasana outdoor |
Ok begitu masuk, tentu ruangannya berAC, jadi nggak ada kata
kepanasan di sini. Suasana sejuk dan wangi aroma melati yang nggak lepas
sampai saya pulang ke rumah (nempel di baju), bikin kita merasa
senang. Kita akan disambut oleh resepsionis yang baik hati, dan
memberikan daftar menu.
![]() |
| Pemandangan setelah masuk |
![]() |
| Disediakan Hand Sanitizer, juga ada meja kecil dan pemadam kebakaran. |
Jika ingin delivery, bisa duduk di depan tapi juga diizinkan untuk masuk ke dalam. Karena waktu itu masih Covid, saya memutuskan untuk makan di rumah, tapi kami minta izin melihat ke dalam bangunan.
Waktu saya datang sekitar jam 11 siang, sudah ada pengunjung sedang makan. Rupanya ini adalah salah satu tempat favorit di sini.
![]() |
| Salah satu tempat favorit |
![]() |
| Makan di atas Sofa |
![]() |
| Pojok kecil cocok untuk keluarga kecil |
![]() |
| Perabot makan seperti serbet, piring garpu dan lilin |
Saran saya kalau mau berkunjung ke sana, jangan lupa masuk ke dalam, karena ada kejutan cantik. Kalau tempat di pintu masuk berkesan mewah seperti makan di hotel, di dalam suasananya agak berbeda, tapi tetap menarik. Terdapat inner court dengan saung bersekat di bagian dalam.
![]() |
| Inner court |
![]() |
| Taman dominan bunga anggrek |
Konsep makan dalam saung ternyata tetap ada di Bumi Aki. Kalau di Puncak dan tempat lain, wajar ada tempat seperti ini karena memang lahannya cukup luas. tapi Bumi Aki Heritage Bandung ini ada di tengah kota. Dengan lahan yang terbatas, rasanya hampir tidak masuk akal kalau ada sejumlah saung di dalamnya. Tapi ternyata ada, dan penataannya bagus sekali.
![]() | |||||
| Saung di tengah taman yang indah |
![]() |
| Salah satu saung yang dapat dipilih untuk makan |
![]() |
| Taman yang penuh bunga anggrek dengan kolam air mancur yang memberi suasana teduh dan asri |
![]() |
| Kolam air mancur dengan logo khas Bumi Aki |
Nggak kalah hijaunya, ada dinding penuh tanaman hias membuat suasana cantik dan teduh.. tahukan ini sebenarnya ruang apa? ini tempat para chef bekerja alias dapur.
![]() |
| Dinding tanaman hias yang ternyata dapur |
Di sebelah dapur ada tempat musik yang sewaktu waktu dipakai untuk Live show seniman lokal Bandung.
![]() |
| Tempat shalat dan wudhu |
Tidak lupa ini tempat bersih bersih alias toilet dan wastafel
![]() |
| Sate kambing |
![]() |
| Sate kambing tanpa lemak |
![]() |
| Gurame Bakar |
O ya sekedar tambahan, saya menunggu agak lama ketika memesan ini. Mungkin karena jumlah pengunjung di waktu makan siang meningkat drastis, mungkin juga karena menu bakaran yang cukup menghabiskan waktu.
Tapi keseluruhan, 2 menu yang saya coba di sana memang enak semua. Sangat cocok untuk perayaan spesial atau sekedar santai setelah lelah bekerja. Bumi Aki juga menerima paket perayaan seperti kelulusan, ulang tahun, wedding anniversary, meeting, dan lain lain. jadi jangan lupa mampir ya.. kunjungi juga Instagram Bumi Aki Heritage yang banyak menawarkan promosi dan hadiah menarik.
Siapa sih yang nggak suka keju? atau tidak kenal keju? Keju identik denagn susu dan makanan bergizi yang sangat baik terutama untuk anak anak. Walaupun keju begitu populer, mungkin di antara kita masih ada yang belum mengenal jenis jenis keju, terutama processed cheese atau keju olahan dan natural cheese, Keju Natural (saya sempat bingung dengan terjemahannya). Cara paling mudah mengetahui perbedaan keduanya adalah dengan melihat komposisinya.
![]() |
| Roti Isi Keju Meleleh |
Ketika kita membeli keju, biasanya dalam kotak kemasan keju yang akan kita beli akan tercantum: Keju Cheddar olahan, itu berarti processed cheese. Dalam kemasan tersebut juga tercantum komposisinya. Komposisi keju olahan biasanya keju dengan bahan tambahan seperti emulsifer, minyak sayuran jenuh, pewarna makanan, garam, whey, gula dan lain lain. https://id.wikipedia.org/wiki/Keju_olahan. Keju olahan biasanya dikemas dalam karton dan dijual dalam suhu ruang. Sebelum dibuka, keju ini aman disimpan di luar kulkas sampai batas kedaluarsa. Bagaimana dengan natural cheese?
Komposisi natural cheese berbeda dengan keju olahan, biasanya dalam komposisi tercantum: susu, rennet, starter, garam garaman dan lain lain. Tapi kenapa pada keju olahan kita tidak melihat ada rennet dalam komposisinya, padahal rennet ini adalah bahan utama dalam pembuatan keju? Ini karena keju olahan tidak membuat keju sendiri dari nol, keju olahan memproses keju yang sudah jadi, menambahkan bebagai bahan tambahan agar rasa dan teksturnya sesuai dengan selera pasar. Tentunya keju yang sudah jadi itu terbuat dari keju asli, hanya diolah kembali menjadi bentuk yang lebih disukai, mudah diolah dan disimpan oleh konsumennya.
Jadi nggak salah kan, kalau ada produk keju olahan yang mempromosikan kejunya sebagai keju asli? tentu tidak, karena memang keju yang dipakai adalah natural cheese. Bedanya, keju olahan ini juga memakai bahan tambahan lainnya. Masing masing produsen keju olahan pasti sudah memiliki resep sendiri yang dirahasiakan untuk mengatur berapa banyak perbandingan keju, bahan pengisi minyak, garam, emulsifier, bahan pengawet dan lain lain. Ini juga yang menyebabkan rasa keju cheddar olahan setiap produk berbeda beda.
Di Indonesia keju olahan yang dijual di pasaran cukup banyak, tapi natural cheese justru sangat langka. Kita bisa menemukan natural cheese di toko online atau supermarket yang besar. Biasanya keju ini disimpan dalam wadah kedap dan selalu diletakkan di lemari pendingin. Dalam petunjuk penyimpanan, keju ini selalu disimpan lebih rendah dari suhu ruang. Kenapa keju ini langka? karena di Indonesia, produsen natural cheese. Mungkin karena produk susu di Indonesia belum sebanyak Australia. Mungkin juga karena pangsa pasar natural cheese ini terbatas dan penanganan dan penyimpanannya cukup sulit karena harus disimpan dalam kulkas. Saya pernah mencoba keju natural merk Baros dan KPBS. Merk lainnya saya belum pernah coba.
Beberapa produsen natural cheese atau Keju Artisan di Indonesia antara lain: Rosalie Cheddar Cheese,
Affinage Artisan Cheese, Rumah Keju Jogja, Keju Mazaarat, Moon River Dairy, Baros dan KPBS. Namun sampai sekarang KPBS hanya memproduksi keju Mozarella, sementara Baros memproduksi Gouda, mozarella dan sekarang ada produk terbaru keju cheddar olahan.
Keju Gouda sendiri ada 3 jenis, keju muda, sedang dan tua.
Saya mencoba Gouda Cheese Baros dulu sekali. Rasanya tidak biasa, agak aneh di lidah saya yang sudah terbiasa konsumsi keju olahan. Keju ini lebih kompleks rasanya, tidak seperti keju olahan yang cenderung asin dan ada rasa susu. Ada aroma yang cukup kuat pada keju ini. Ketika masih menerima pesanan donat, saya pernah mencoba keju ini untuk topping. Saya memakai keju Gouda Young yang paling ringan rasanya dan masih bisa dipakai untuk topping. Komentar konsumen waktu itu adalah topping kejunya kurang banyak. Dia tidak mengeluh soal rasanya, tapi dia ingin topping keju yang lebih banyak lagi. Untuk harga pasaran, menggunakan natural cheese yang berlimpah sepertinya nyaris tidak mungkin, kecuali kalau konsumen mau membayar lebih.
Natural cheese juga cocok sebagai bahan campuran kue, seperti kaastengel, cheese stick, widaran keju dan kudapan lainnya karena rasanya yang sangat kuat. Memakai sedikit saja, kejunya sudah terasa.
![]() |
| widaran keju |
Bagaimana dari kandungan gizi? natural cheese isinya hanya keju, sementara keju olahan ada banyak bahan lain selain keju. Kalau memang ingin asupan keju yang bergizi, tentu natural cheesee lebih baik. Mungkin kita perlu mengkonsumsi berkali-kali lipat keju olahan lebih banyak dibanding natural cheese. Jadi jangan heran ya kalau ada yang suka memberi keju olahan pada anak sebanyak 1 kotak untuk dihabiskan sebagai makanan selingan. Walaupun sudah 1 kotak, mungkin tidak terlalu kenyang karena kandungan kejunya adalah sekian persen dari total. Namun keju olahan ini memang cocok untuk topping, bahkan untuk dimakan begitu saja karena rasanya ringan, tidak terlalu kuat.
![]() |
| Kue lumpur labu kuning topping keju |
Keju olahan memiliki banyak kelebihan seperti mudah didapat, disimpan, dan memiliki rasa dan tekstur yang konsisten. Untuk bakulan kue, ini sangat penting karena tidak mungkin tiap pesanan dibuat dengan hasil yang berbeda. Keju olahan juga lebih mudah mengolahnya, teksturnya mendekati dengan tekstur yang diinginkan pembuatnya. Bisa terlihat lengket, meleleh dan lentur.
Bagaimana kita membedakan keju olahan dan natural cheese jika tidak melihat komposisi dalam kemasan?
Jadi baik keju olahan dan keju natural keduanya dapat kita konsumsi. Bedanya, pada keju olahan terdapat bahan tambahan dan pengawet yang menyebabkan keju lebih tahan lama dan dapat disimpan dalam suhu ruang. Beberapa keju olahan ada yang menambahkan ekstrak ragi yang kadang menjadi nama samaran untuk Mono Natrium Glutamat.
Konsumsi keju juga tergantung dari apa yang ingin kita dapatkan, dan apa yang kita prioritaskan. Apakah kita memilih keju untuk mendapatkan rasa enak dari keju? jika lidah kita termasuk lidah yang suka dengan rasa asin dan susu dari keju, juga membutuhkan konsistensi dalam pengolahan keju, mungkin keju olahan lebih tepat. Tapi untuk mendapat nilai gizi dan kesehatan, pilihlah natural cheese.
Sekali lagi, mau pilih keju olahan atau keju natural, membaca komposisi bahan pembuat keju sangat dianjurkan.
"Bu aku mau bikin bekal dong, tapi yang lucu lucu gitu bentuknyaa", itu kata anak saya yang berusia 9 tahun. Kalau ibu nggak mau bikinin nggak apa apa, aku mau coba bikn sendiri". Anak anak kalau sudah punya keinginan, ya begitu lah, gigiiih. Saya pribadi sebenernya malas membaut bekal yang cakep- cakep.. terpikir kalau bikinnya sulit, lama padahal makannya cuma sebentar aja.. sepertinya antara hasil dan usaha tidak sepadan.. tapi demi menyenangkan si kecil, akhirnya saya mencoba juga. Bekal roti kelinci di atas dibuat oleh anak saya. Roti isi keju yang dibentuk kelinci denan aneka sayuran di sebelahnya. Roti bun ini adalah roti sisa yang jadi kudapan di hari sebelumnya. Semua bentuk dibuat dengan tangan, tanpa cetakan termasuk bagian Nori. coba saja dilihat, bentuk hatinya masih kaku, bergierigi dan kasar. Jauh banget dari yang biasa dilihat di Pinterest. Tidak apa apa.. Yang penting dia senang membuatnya sendiri.
Yang bentuk anak ayam ini saya yang coba membuatnya. Berseluncur di internet berjam jam hanya utnuk membuat ini.. hasilnya.. ya begitulah.. ternyata suliiiit. Mulai dari memotong benda benda kecil seperti mata, paruh dan jambul.. aduh hampir nangis dulu bikinnya.. akhirnya pasrah.. kesempurnaan jadi prioritas ke 2.. yang penting jadi dulu, cari pengalaman dulu.. Apalagi bahannya sederhana, saya buat jambul dari potongan tomat dan paruh dari cabe, warnanya sama sama merah. Padahal kalau dari kombinasi warna, paruh sebaiknya berwarna kuning dari jagung manis, sehingga hasilnya lebih penuh warna. Anak ayam dari telur puyuh ini diletakkan di atas donat keju yang memang makanan kesukaan anak saya. Enggak apa apa, yang penting tidak mubazir, begitu kata saya menghibur diri. Kalau sayuran di sebelahnya memang cuma pelengkap biar lucu. Tapi hasilnya kurang maksimal karena buah naga yang dibentuk bulat terlihat luntur ke atas labu kukusnya..
Kalau landak ini yang bikin anak saya.. rajin sekali dia.. Ini roti coklat berbentuk landak. Durinya dipotong manual denagn tangan... bayangkan, sulit dan lama sekaliiii.. tapi dari semua bekal di atas, ini yang paling cantik bentuknya..