Sabtu, 19 Juli 2014

Eksperimen Membuat Awug Beras Agar Harum Empuk dan Enak


Awug beras yang terkenal ada di Bandung yang terkenal denagn nama Awug Cibeunying. Awug beras ini sekarang sudah memiliki banyak gerai dan tidak hanya dapat dinikmati di Cibeunying. Awug ini lebih sedap jika dimakan hangat hangat karena aroma wangi beras pandan dan gula lebih terasa. Jika sudah dingin, awug tetap nikmat dimakan dan masih terasa empuk. 

 

Di bawah ini adalah tulisan hasil eksperimen beberapa kali membuat awug beras sendiri.

Kegagalan Membuat Awug Beras


Awal awal memasak awug beras tidak terlalu berhasil seperti:
  • Tepung berasnya kurang matang dan keras, apalagi ketika sudah dingin... hampir hampir tak bisa dimakan...Hal ini diduga karena beras belum matang. Itu sebabnya pada proses pembuatan awug beras, tepung harus dikukus terlebih dahulu.
  • Berasnya terlalu mekar dan empuk, jadi rasa gurih di beras kurang, rasa awug tidak kenyal gurih dan lembut, tapi cenderung seperti bubur sum sum. Kalau pada kasusu ini sepertinya awug terlalu banyak air.
  • Rasa gurih di beras hilang, jadi cuma terasa gula dan butir butir tepung saja. Diduga karena beras terlalu lama direndam.

Beberapa Tips Setelah  Beberapa Kegagalan


Dari beberapa kegagalan tersebut saya mencoba memperbaiki proses pembuatan dan melihat lhat resep yang ada di google. Beberapa yang dapat saya simpulkan adalah:
  • Lebih baik membuat sendiri tepung beras dari beras yang masih baru, pulen dan harum. Ini sangat menentukan rasa dan aroma awug ketika sudah matang. Hal ini juga dinyatakan oleh kang Asep, pemilik gerai Awug Beras Cibeunying yang hanya menggunakan beras pandan wangi. Kalau menggunakan beras yang pera, awug yang dihasilkan akan terasa keras jika kurang air dan terlalu lunak jika kebanyakan air. Lebih lanjut memilih beras ada di sini.
  • Beras yang hendak digiling direndam air terlebih dahulu agar beras mudah hancur. Beras tidak perlu direndam terlalu lama (kurang lebih 6 jam cukup, atau kalau mau merendam lama, maksimum 12 jam). Jika beras direndam terlalu lama ada rasa yang hilang dari beras tersebut (terasa hambar). Beras dapat digiling ke tempat penggilingan tepung di pasar atau menggunakan gilingan kopi otomatis atau manual.
  • Setelah menjadi tepung, tepung beras harus dikukus kurang lebih 30 menit (dapat dilakukan dalam keadaan tepung masih lembab, tapi lebih baik jika sudah kering agar tidak lengket bergumpal). Setelah dikukus, tepung diangin angin agar kadar air menguap, dan didiamkan selama 1 hari. Tepung yang telah didiamkan 1 hari berubah menjadi tepung yang sangat lembut, ketika dikukus, tepung menjadi lunak sekali. Kalau tepung ini dipakai untuk kue lain seperti kue lapis beras, hasilnya akan menjadi bubur karena tepung sudah lembab dan empuk.
  • Setelah didiamkan selama 1 hari, tepung dicampur dengan air dan garam. Tidak ada takaran yang pasti karena kadar air yang dibutuhkan masing masing beras berbeda. Jadi disinilah dibutuhkan 'perasaan'. Kalau air kurang, awug menjadi cepat kering dan keras. Kalau terlalu banyak, awug menjadi mekar, dan rasa gurih berkurang (hampir seperti bubur sumsum yang agak keras). Jadi tepung harus lembab, tapi tidak sampai menempel di tangan ketika diaduk. Untuk menambah empuk, boleh dicampur dengan sedikit kelapa parut. Jika kelapa terlalu banyak, awug akan terlalu mekar, dan jika dimakan akan terasa serat kelapa yang kasar.
  • Tuang adonan tepung berselang seling dengan gula dan pandan. Jika memakai cetakan kerucut seperti membuat nasi tumpeng, lapisi dulu dengan daun pisang untuk memberi aroma yang lebih sedap.
     
  • Perhatikan cara melapis adonan. Yang perlu diperhatikan di sini adalah berapa ketebalan gula merah dan berapa tebal beras. Hal ini sangat berpengaruh pada rasa dan empuknya awug. Gula yang lembab membantu melunakkan tepung sehingga tepung di daerah gula lebih empuk. Jika jarak gula terlalu jauh, ada kemungkinan beras di antaranya lebih keras karena tidak mendapat kelembaban dari gula. Namun jika terlalu dekat, rasanya akan kemanisan. Silahkan membuat perkiraan sendiri.
     
  •  Kukus sampai adonan terasa matang. Pilih panci kukusan yang tepat. Panci yang paling tepat adalah panci aseupan karena pada panci ini adonan bisa diuapkan dari bawah ke atas dalam jumlah uap yang cukup banyak. Bisa juga menggunakan panci presto, waktu lebih cepat, namun kapasitas lebih terbatas dibanding panci aseupan.
     
  • Sajikan hangat agar bau harum dan aroma tidak hilang. Lengkapi dengan kelapa parut.


     

     Kalau ingin memodifikasi resep awug, bisa dilihat di sini.

Jenis Jenis Cake

Ada yang dari pengalaman pribadi, ada juga yang diambil dari: http://www.dianasdesserts.com/ ada juga dari buku aneka roti dan kue dan tips rahasia cake anti gagal.
Jenis Jenis Cake
1. Sponge Type Cake
Bahannya terdiri dari telur, gula, dan tepung, atau ditambah margarin yang dicairkan. Prosedur pembuatannya, telur dikocok bersama gula sampai mengembang. Setelah itu tepung terigu diaduk bersama adonan, baru kemudian ditambahkan margarin cair. Pada resep ini penggunaan margarin tidak sebanyak butter type cake.
2. Butter Type Cake
Bahannya kurang lebih sama dengan sponge cake, tetapi cara pembuatannya berbeda. Mentega dikocok bersama gula sampai gula hancur lalu ditambahkan 50 persen telur yang digunakan. Masuknya telur harus satu dulu. Setelah rata, baru tambahkan telur yang lain. Begitu seterusnya. Sisa telur bisa dimasukkan bergantian tepung terigu. Pengocokan tidak boleh dilakukan terlalu lama agar tepung tidak elastis (mengaret) seperti roti dan cake tidak banyak remahnya.
3. Kombinasi antara Sponge Cake dan Butter Type Cake
Margarin dikocok hingga gula hancur, tetapi tidak dikocok bersama telur. Telur dikocok lagi bersama sebagian gula secara terpisah. Tepung kemudian bisa dimasukkan ke dalam kocokan margarin lalu dicampur dengan telur yang sudah mengembang. Atau tepung masuk ke dalam telur. Setelah rata, baru dimasukkan kocokan mentega.
4. Chiffon Cake
Bahannya pun masih standar sesuai bahan cake pada umumnya. Tetapi prosedurnya agar unik. Kuning telur diaduk dengan bahan-bahan lainnya. Sementara si putih telur dikcok kaku bersama sedikit gula pasir. Baru kemudian keduanya digabungkan. Pembuatan kue ini tidak menggunakan margarin, tetapi minyak sayur.

Panduan Membuat Bolu Panggang untuk Pemula Tanpa Bahan Pengempuk dan Pengembang

Percobaan membuat bolu sederhana tanpa bahan aditif pengembang, tekstur bolu cukup lembut, tapi bolu masih cembung ke bawah, kemungkinan besar karena jumlah takaran terigu yang kurang
Jangan takut untuk bikin bolu, gak sulit kok.Asal ada niat (jangan lupa, segala sesuatu berawal dari niat) ada ilmu dan ada sabar, Insya Allah, jadi.
Gak usah minder dan gak PD karena gak pake bahan pengembang dan pengempuk. Tuhan telah jadikan bahan bahan di alam ini bahan yang baik dan enak.
Jadi gimana caranya??

Panduan membuat bolu:

1. Pilih bahan yang berkualitas seperti:

  • Telur baru yang sudah dicuci dan dikeringkan serta memiliki temperatur sama dengan ruangan.
  • Gula pasir- lebih baik lagi kalau sudah diblender jadi mudah larut ketika dikocok
  • Tepung terigu protein rendah- kalau protein tinggi, nanti gak jadi bolu, jadinya roti. Kalau beli terigu curah, sebaiknya diayak dulu.
  • Bahan bahan pelengkap lain sesuai resep. Misalnya:
  • Butter - pilih yang buatan lokal , Insya Allah lebih fresh dan halal
  • Kismis dan buah kering- kismis kiloan banyak yang bagus, pilih yang besar besar
  • Coklat bubuk dan coklat blok, jangan main main dengan benda ini, kalau salah pilih: ada butiran kasar di coklat bubuk, coklat bubuk tidak memiliki aroma coklat, cenderung bau apek, kalau salah pilih coklat blok (biasanya kadar lemak tambahannya lebih besar dari coklatnya sendiri) rasa dan tekstur kue berubah, mungkin jadi dodol bukan kue bolu.

2. Siapkan bahan bahan dan alat alat

  • Siapkan semua bahan sesuai dengan takaran yang ada dalam resep.
  • Siapkan juga bahan bahan yang harus diproses lebih dahulu, misalnya coklat leleh sudah dilelehkan, jangan terburu buru... , kacang sudah dipanggang, kismis sudah direndam, butter sudah dilelehkan, dll.

3. Siapkan peralatan perang seperti:

  • Mixer, baskom, Spatula dan Ayakan
    Pastikan alat alat diatas sudah bersih dan kering. Mixer dan baskom harus betul betul bersih (bebas dari minyak dan lemak- kalau perlu dicuci menggunakan air hangat, cuka atau jeruk nipis serta sabun cuci).
  • Loyang
    Loyang sudah diolesi minyak dan ditaburi terigu sampai rata tapi tetap tipis khususnya pada bagian dasar. Biar gak sulit, pilih loyang yang tidak banyak lekuknya, atau malah loyang bongkar pasang. Kalau adonan mengandung banyak gula atau cair, biasanya mudah lengket. Untuk kasus ini lebih baik menggunakan kertas roti yang telah diolesi minyak.
  • Oven atau kukusan
    kenalan dulu sama ovennya ya, biar tahu posisi tepat untuk memanggang, juga lama memanggang.

4 Baca resep dengan seksama.


Ada adonan yang semua bahannya dicampur jadi satu terus dikocok bersama sama sampai mengembang. Contoh resep seperti ini adalah bolu kukus denagn air soda, bahkan tepung terigu ikut dikocok di tahap awal. Ada juga seperti butter cake atau pound cake, yang dikocok butternya dulu sampai putih, baru masukkan telur dan terakhir terigu. Ada juga adonan yang tidak memanfaatkan telur untuk mengempukkan bolu tetapi menggunakan baking powder. Ada bolu biasa dan chiffon yang mengandalkan gelembung udara yang ditangkap dari telur agar empuk sehingga telur dan gula dikocok terus sampai adonan kental berjejak.  Adonan kental berjejak memiliki ciri ciri adonan meninggalkan bekas di belakang pengaduk dan jika pengaduk diangkat adonan akan membentuk gelembung seperti jambul dan tidak mudah jatuh ke bawah (istilahnya jambul petruk ).

5. Kenali cara mengaduk ketika mencampur adonan dengan terigu

Untuk bolu chiffon dan bolu biasa yang mengandalkan telur untuk membuat gelembung udara pada telur, proses pengadukan menjadi penting. Jangan mengaduk seperti memegang cangkul atau mengaduk terlalu lama di tempat pengadukan yang sama. Tapi juga angan mengaduk terlalu cepat sehingga adonan kurang rata. Aduk searah tapi tidak mengulangi tempat adukan yang sama, balikkan adonan dari atas ke bawah agar terigu tercampur denagn rata. Jika adonan sudah arta segera masukkan ke dalam oven yang sudah disesuaikan panasnya agar gelembung udara tidak menghilang.

6. Kenali panas oven

Uji coba dulu oven anda denagn bahan lain sehingga anda mengenali bagaimana penyebaran panas dalam oven anda. bagi oven yang memiliki termometer panas, cara paling mudah adalah dengan melihat suhunya. Namun coba kenali juga bagian mana dalam oven anda yang paling panas suhunya. (Biasanya pada bagian tepi dan bawah).

7. Panggang sampai matang

Jangan lupa untuk memeriksa bolu apakah sudah matang atau belum

Resep yang bisa dicoba : http://dapur-harmoni.blogspot.com/2014/08/bolu-minyak-tanpa-pengempuk-dan.html

Modifikasi Resep Awug Dengan Kreasi Awug Beras Coklat



Awug Coklat

Awug beras denagn resep standard sebenarnya sudah cukup enak untuk disantap bersama keluarga, tapi untuk variasi, saya mencoba menambahkan beberapa bahan pada awug yang enak ini. Hasilnya, hmmmm awug dengan rasa coklat dan santan dicampur dengan gula merah.... rasanya hampir seperti butterscotch apalagi kalau ditambahkan butter dan meisjes.....
Awug beras coklat

Cuma bikin 3 loyang kecil eh jadi rebutan anak anak... ya udah, ibunya cuma icip icip aja dikit....cara bikinnya sama aja sama awug beras biasa, tapi adonan tepung berasnya ditambah coklat dan santan. Kalau suka ditiap lapisnya diberi gul amerah dan butter. Diberi topping meisjes. Selamat menikmati.

Jenis Cake Yang Cukup Populer

Bahan utama pembentuk cake adalah telur dan terigu. Selain bahan utama tersebut banyak juga cake juga dapat divariasi dengan bahan lain seperti oats, ubi/kentang kukus, yogurt, tape, durian, dll.

Cake havermout, resep dari Lia, Dapurgue

Bolu Havermut


Cake tape kukus, modifikasi dari resep Brownies kukus (DCC diganti tape)

Bolu Tape


Tunnel Cake Resep dari Shirley O Corriherr
Tunnel Cake
Ada juga cake yang tidak menggunakan kuning telur, contohnya zebra cake
Zebra Cake

Berbagi Pengalaman Membuat Roti

Roti Kismis ini dikerjakan dengan cepat tanpa topping, olesan dan tanpa isi

A. Kenali bahan bahan yang dibutuhkan 


1. Tepung terigu


Pastikan kualitas dari terigu yang digunakan. ( Di luar negri ada yang sampai menggiling sendrii gandumnya untuk mendapatkan bahan yang berkualitas. Alasannya gandum yang digiling sendiri lebih dapat dikendalikan kualitasnya). Pilihlah terigu yang bersih, tidak berbau dan tidak terlalu putih warnanya. Beberapa jenis terigu memang menggunakan pemutih sehingga warnanya lebih putih dari biasanya. Warna putih pada terigu yang wajar adalah warna uptih mendekati krem, warnanya lebih gelap daripada warna putih pada tepung beras atau tepung kanji.

Terigu yang memiliki label dan dikemas per kantong biasanya lebih terjamin mutunya dibanding terigu curahan. Pada terigu label ada tanggal kedaluarsa sehingga kita mengetahui sampai kapan umur terigu tersebut. Kita harus berhati hati membeli terigu cura. Belilah di warung yang cukup ramai dan laris sehingga barang barangnya selalu diganti denagn yang baru. Terigu yang terlalu lama disimpan akan mengandung larva dan kutu sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.         

Terigu untuk membuat roti adalah terigu protein tinggi, terigu ini berserat banyak lebih elastis dan mudah kalis dibanding terigu protein rendah. Tapi kalau tidak ada, apa boleh buat, dibutuhkan rekayasa… ada yang menambahkan gluten (biasanya di jual di toko bahan kue). Terigu curah tanpa merek, tentunya bukan terigu protein tinggi. Agar bahan memiliki serat yang banyak dan rasa yang gurih dari gluten, perlu dilakukan pengulenan bebearpa kali. Jangan kuatir, kalau nggak pingin pegal di tangan dan tangannya kurang kekar, pengulenan dapat dilakukan dengan mesin. Tentang mesin pengaduk untuk menguleni roti ini dapat dibaca di artikel http://dapur-harmoni.blogspot.com/2012/11/memilih-mixer.html.  Lama pengadukan dan kehandalan mesin berpengaruh pada tekstur roti yang dihasilkan. Semakin bagus mesin, semakin halus tekstur rotinya. Bread maker adalah alat yang paling handal utnuk membuat roti, sayangnya alat ini menghasilkan roti dalam kapasitas yang cukup sedikit dibanding mixer atau food processor.

2. Ragi


Kenali dan pilihlah ragi yang dipakai karena tiap ragi memiliki rasa yang berbeda. Ada ragi instant, gist korrel, dan ragi basah. Ragi instan memiliki banyak merek, kenali dan pilih yang paling sesuai denagn selera kita. Menurut penilaian saya pribadi, SAF instant cenderung agak asam sementara Fermipan agak manis. Ragi instan yang berupa serbuk kering memang mudah digunakan, mudah disimpan dan mudah dibawa ke tempat lain. Tapi jika ingin mendapatkan roti denagn aroma yang wangi, gurih dan menghindari resiko over proofing, ragi basah adalah pilihan yang sangat tepat.
Ragi basah untuk roti

Roti menjadi lebih empuk, beraroma, juga lebih lembab. Pertumbuhan ragi basah tidak secepat pertumbuhan ragi kering yang dosisnya memang 3 kali lipat lebih banyak dari ragi biasa. Hal ini menyebabkan adonan roti tidak cepat menjadi asam dan overproofed.

Ragi kering dan gist korrel hampir sama cara menggunakannya. Umumnya ragi instant lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan denan gist korrel. Gist korrel terasa lebih asam dari ragi instant. Jika ragi instant bisa dapat langsung dicampur dengan adonan, gist korrel harus direndam terlebih dahulu dengan air hangat. Gist korrel yang pernah saya coba adalah merk kupu kupu. Ada juga yang dapat diperoleh di pasar. 

Pastikan ragi yang anda gunakan masih bisa bekerja. Salah satu cara mengetahuinya adalah denagn mencampurkan ragi tersebut ke dalam air dan gula. Ragi yang masih berfungsi akan mengeluarkan banyak gelembung gas.


Sesuaikan takaran ragi denagn jumlah terigu yang digunakan. Untuk 1 kg terigu kita membutuhkan 1 bungkus ragi instan (kurang lebih 11 gram). Simpan ragi untuk penggunaan berikutnya di dalam tempat yang kering. Takaran ragi yang terlalu banyak akan menimbulkan resiko adonan menjadi asam, atau mengembang terlalu cepat dari waktu proofing sehingga menjadi overproof. Overproof akan membuat roti berubah menjadi apem.


3. Gula

Ragi dapat menghasilkan gelembung gas jika dicampur dengan gula dan air.  Gelembung ini adalah salah satu unsur yang akan membuat roti menjadi empuk. Berikan takaran gula sesuai denagn resep. Untuk resep roti tawar, gunakan gula lebih sedikit daripada roti manis. Saya menggunakan 3 sendok makan peres gula untuk setiap 500 sampai 600 gram terigu untuk membuat roti tawar.

4. Air


Air berfungsi mengaktifkan gluten yang ada pada terigu, juga sebagai pelembab roti. Agar lebih gurih, air dapat diganti denagn susu atau santan kelapa. Jika menggunakan susu atau santan kelapa, air mengandung lemak sehingga akan menyebabkan roti lebih lembab.

Takaran air harus tepat. Jika air terlalu sedikit, gluten tidak aktif, jika terlalu banyak adonan sulit diuleni, dan hasilnya roti akan menjadi keras dan kering. Takaran yang terdapat pada adonan roti pada umumnya adalah 2 bagian terigu curah membutuhkan 1 bagian air. Jika air terlalu banyak, adonan akan sulit diuleni. .Jenis terigu yang digunakan juga berpengaruh pada takaran air. Terigu protein tinggi akan menyerap air lebih banyak. Itu sebabnya pada resep yang menggunakan terigu denan protein tinggi, perbandingan terigu dan air bisa lebih besar dari 2 : 1, mungkin 2: 1.5 masih bisa membuat adonan menjadi kalis.

Ada beberapa resep roti yang tidak perlu diuleni dan adonannya cair sekali. Namun bukan berarti jika kebanyakan air, adonan kita tidak bisa dimasak menjadi roti. Masukkan saja adonan roti ke dalam loyang muffin, lalu panggang seperti biasa.

Selain menambah jumlah air ke dalam adonan agar roti menjadi empuk, ada trik lain  denagn membuat adonan tang zhong. Untuk adonan tang zhong, silahkan lihat ke halaman ini.

4. Lemak


Telur, butter, minyak goreng adalah bahan tambahan yang berfungsi melembabkan dan mengempukkan. Kuning telur berfungsi mengempukkan sementara putih telur membuat rasa lebih gurih (karena putih telur mengandung protein dan air). Biasanya jika menggunakan putih telur, jumlah air dikurangi karena fungsinya kurang lebih sama. Tergantung dari selera mau seberapa empuk roti yang dihasilkan, seperti adonan cake, semakin banyak kuning telur, semakin empuk hasilnya. Jika menggunakan putih telur, adonan harus dipanggang dengan suhu oven yang lebih rendah karena putih telur bersifat cepat kering dan keras jika terkena suhu yang tinggi.

Jika ingin adonan roti tanpa telur yang empuk, kita bisa mengganti telur denagn beberapa cc minyak goreng. Semakin banyak minyak goreng semakin lembab dan empuk roti. Tapi kita perlu juga mengingat bahwa minyak dan lemak yang terlalu banyak dapat menghambat pertumbuhan ragi.

5. Garam

 Garam berfungsi untuk menambahkan rasa pada adonan. Tambahkan garam maksimum 1 % dari berat terigu agar tidak menghambat pertumbuhan ragi. Lengkapnya silahkan lihat di sini.

6. Bread Improver


Pada beberapa pabrik roti digunakan bread improver dan bread softener. Bread improver digunakan untuk mendapatkan serat yang lebih baik dalam waktu yang singkat sementara bread softener unutk melembutkan roti. Untuk alasan kesehatan, pemakaian bahan kimia ini bisa dihindari. Jangan takut, kita bisa membuat roti yang lembut tanpa bahan bahan kimia. Lebih lanjut tentang bread improver di sini.

B. Pilih resep yang tepat

Banyak sekali resep yang dapat di copy dari internet...Silahkan ambil yang paling mudah pengerjaannya dan bahannya sederhana. Biasanya, perbandingan antara terigu dan air pada resep roti kurang lebih 1 bagian terigu, setengah atau lebih kecil dari setengah bagian air. Lemak, gula dan telur bisa disesuaikan dengan selera.

Resep yang biasa saya pakai untuk roti manis yang empuk adalah:
  • 300 gr terigu 
  • 50 gr lemak 
  • 2 kuning telur 
  • 20gr ragi basah 
  • 50 gr gula pasir 
  • stengah sdt garam 
  • 100 gr air. 

Untuk resep roti tawar adalah
  • 300 gr terigu 
  • 150 gr air 
  • 50 gr lemak, 
  • 30 gr gula, 
  • stengah sdt garam.
    Adonan roti


C. Pelajari dan uji coba resep

Pada beberapa resep dijelaskan secara rinci berapa lama pengocokan dan berapa lama proofing (mengembangkan adonan). Untuk pemula sebaiknya aturan ini diikuti walaupun sebenarnya banyak faktor lain yang berpengaruh dari teknik pengerjaan seperti kualitas bahan, tempat dan waktu pengerjaan. Paling mudah pilih bahan dan buat adonan seperti pada resep. Jika spesifikasi bahan tidak lengkap, pilih bahan dengan kualitas no 1 atau bahan yang anda sukai dan kenali. Lakukan penyesuaian resep pada uji coba berikutnya.

D. Menguleni Roti

Menguleni roti bisa dilakukan denagn tangan, mixer, food processor atau bread maker. Uleni roti sampai menjadi kalis.

E. Kenali Bahan Roti Yang Sudah Kalis


Seperti apa adonan yang sudah kalis? Adonan cenderung elastis/ lentur, tidak kaku, tidak lengket ditangan. Kalau adonan masih lengket, kemungkinan serat pada terigu kurang terbentuk. Jangan terburu buru menambahkan terigu agar roti yang dihasilkan tidak keras dan kering. Uleni lagi adonan, tambahkan minyak atau butter sedikit sedikit diselingi terigu sedikit sedikit. Diamkan sejenak. Lihat kembali adonan. Jika masih lengket, tambahkan lagi minyak, lalu terigu. Ulangi beberapa kali prosedur ini. Jangan lupa melumuri tangan denagn minyak agar tidak lengket pda adonan. Insya Allah lama lama adonan akan kalis. Kalau tidak juga (untuk adonan roti bluder, memang harus dituang dalam cetakan), gunakan loyang kecil kecil, roti jadi berbentuk muffin.

E. Menunggu Adonan Mengembang


Lagi lagi tidak ada aturan yang pasti berapa menit adonan harus didiamkan. Berdasar pengalaman, temperatur ruang sangat berpengaruh. Jika cuaca dingin, adonan mengembang lebih lambat, juga sebaliknya. Kalau adonan terlalu lama didiamkan, adonan akan berbau tajam dan roti yang dihasilkan cenderung kering dan keras walaupun volume adonan bertambah 2 kali lipat.  Namun kalau terlalu singkat, adonan belum mengembang sempurna dan roti menjadi bantat. Jaga agar adonan tetap lembab selama pengembangan, itu sebabnya adonan sering ditutup dengan kain yang lembab. Jika tidak ditutup denagn kain basah, adonan akan mengembang tapi memiliki lapisan kering di atas. Ini terjadi pada adonan dengan ragi kering. Adonan dengan ragi basah tetap lembab walaupun tidak ditutup denagn kain  yang lembab.

F.  Pastikan Panas Oven Sesuai Dengan Temperatur pada Resep

Panas oven harus stabil kurang lebih sekitar 200 derajat celcius. Jangan keluarkan adonan sebelum matang. Jangan terlalu lama memanggang, roti lembut akan berubah jadi roti kering.

Roti Campur Karya Anak-Anak di rumah

Ini adalah roti hasil karya anak-anak. Isi dan topping roti disesuaikan dengan selera mereka.
 


Tips Menyimpan Jamur Merang

Jamur ini kalau dibiarkan begitu saja terus disimpan di kulkas lama lama akan berair dan berbau tidak sedap. Agar jamur tahan lama simpanlah dengan cara merebus terlebih dahulu jamur denagn garam. Simpan jamur beserta larutan perebusnya di dalam kulkas. Rasa jamur lebih sedap dan lebih tahan lama.