Rabu, 03 Februari 2016

Cara Menghindari Kontaminasi Bakteri Agar Makanan Aman Dikonsumsi

www.vecteezy.com
Kegiatan makan bisa menjadi sesuatu yang kurang menyenangkan jika makanan yang kita makan sudah terkontaminasi. Makanan yang terkontaminasi bisa mneyebabkan kita sakit atau keracunan. Untuk menjaga agar makanan yang kita makan tetap aman dan tidak terkontaminasi oleh bakteri, jamur dan lain lain, kita harus melakukan beberapa tindakan:  

  • Mengatur suhu pada saat menyimpan makanan agar bakteri tidak tumbuh pada makanan yang sedang disiapkan dan disajikan. Pada daging yang masih mentah, bakteri mulai berkembang biak pada suhu 4.4 derajat celsius. Di bawah suhu 4.4 celsius, bakteri ada tapi berkembag biak lebih lambat, sementara di atas 60 derajat celsius banyak bakteri tidak bisa bertahan (kecuali bacterial spore). Jadi berhati hatilah jika ada resep yang menginstruksikan untuk merendam daging pada suhu ruangan. Daging beku pernah mengalami suhu ruang sebelum dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Sebelum di letakkan di dalam lemari pendingin, bakteri tersebut telah berkembang biak.  Jika daging mengalami proses keluar masuk lemari pendingin, bakteri akan tumbuh berlipat ganda dalam waktu yang singkat. Cara yang lebih aman ketika hendak memasak daging beku adalah dengan menyimpan daging beku di lemari pendingin bagian bawah sehingga suhu daging tetap dingin dan pertumbuhan bakteri tidak terlalu cepat. Pastikan juga daging yang akan dimasak tidak mengkontaminasi bahan makanan atau peralatan masak yang berada di dekatnya.
  • Mengatur waktu konsumsi makanan. Untuk beberapa jenis makanan seperti susu cair, bakteri pembusuk masih dapat tumbuh walaupun disimpan pada suhu mendekati titik beku. Itu sebabnya kita perlu menghabiskan susu cair yang disimpan dalam kulkas maksimal 3 hari setelah kotak susu dibuka.
  • Mengawetkan bahan makanan dengan cara mengeringkan, menambah gulka atau garam dlaam jumlah cukup banyak, menambahkan cuka atau minyak. Bakteri membutuhkan makanan, air dan karbohidrat untuk dapat berkembang biak. Beberapa bakteri aerob membutuhkan oksigen dan ada juga bakteri anaerob yang tidak membutuhkan oksigen seperti bakteri clostridium botulinum. Kita dapat membuat makanan menjadi lebih kering agar lebih awet dikonsumsi. Bakteri tidak dapat hidup dalam kondisi yang terlalu asam, terdapat pada larutan gula atau garam yang cukup jenuh, dalam keadaan kering atau mengandung banyak minyak. Beberapa bakteri anaerob masih dapat berkembang di dalam minyak seperti bakteri clostridium botulinum. Itu sebabnya makanan yang mengandung banyak minyak seperti baceman bawang putih perlu disimpan di dalam kulkas dan dihabiskan dalam waktu kurang dari 1 bulan agar tetap aman dikonsumsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar