Tampilkan postingan dengan label review alat dapur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review alat dapur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Januari 2023

Selamat Tinggal Blender: Review Blender Philips Cuccina HR 7640

Ketika saya sedang menggiling kacang tanah panggang dengan gilingan kering Philips Cuccina HR 7640, tiba tiba tercium bau gosong. Dengan rasa tak nyaman, saya segera hentikan gilingan dan memeriksa apa yang terjadi. Tidak ada kerusakan yang dapat dilacak dengan mata. Kacang saya terlihat baik baik saja, dan penggilingannya tidak ada bekas gosong atau kerusakan lainnya. Tapi saya segera menghentikan kegiatan menggiling kacang ini dan melanjutkan kegiatan masak di dapur. 

Riwayat Blender Philips Cuccina di Dapur

Blender Philips Cuccina ini sudah belasan tahun membantu saya mengerjakan pekerjaan dapur, membuat aneka jus baik jus buah ataupun jus bumbu serta jus daun daunan seperti daun suji untuk pewarna makanan. Gilingan kering saya pakai untuk menghaluskan kacang tanah panggang dan aneka bumbu seperti merica ketumbar dan kemiri goreng. Frekuensi pemakaian Blender Philips Cuccina cukup tinggi walaupun tidak setiap hari. Namun karena takut kejadian itu terulang kembali, akhirnya untuk sementara Philips Cuccina HR 7640 ini tidak dipakai.

Blender Philips Cuccina ini satu paket dengan Food Processor yang hanya bisa dipakai bergantian. 

 

Food Processor Philips Cucina HR 7640 yang sudah tak ada di pasaran

Ada sebuah ‘belt’ seperti rantai sepeda yang menghubungkan keduanya dan berhubungan dengan 1 motor yang dapat memutar kedua poros tersebut. Tapi keduanya tidak dapat berputar bersama sama. Di tengahnya ada pengaman yang menahan 1 bagian poros jika bagian lainnya bergerak.

Kalau Food Processor Philips Cuccina HR 7640 ini memang sudah lama rusak. Porosnya patah dan tidak bisa berputar lagi. 



Penyebab patahnya poros diduga karena kapasitas pemakaian yang di atas kapasitas yang diizinkan. Waktu itu saya sering memakainya untuk membuat bakso ikan tanpa sempat menimbangnya terlebih dahulu.

Walau poros Food Processornya sudah patah, tapi blendernya masih sangat bagus dan bekerja sampai belasan tahun sesudahnya. Jadi blendernya tidak terpengaruh dengan kerusakan Food Processor karena masing masing memiliki poros sendiri.

Membongkar Philips Cuccina

Akhirnya blender Philips Cuccina HR 7640 ini dibongkar. Proses membongkarnya tidak terlalu mudah karena bagian sekrupnya menjorok ke dalam dan tidak dapat dibuka dengan obeng biasa. Bagian sekrup berbentuk bintang kecil. Setelah bagian ini dibuka, pada bagian dalam ada pelat yang sulit untuk dibongkar. Tidak bisa dibuka dengan obeng, tapi harus dengan 2 tang khusus. Setelah berhasil dibongkar kita dapat melihat bagian dalam dari blender tersebut.

Di sana ada bagian sikat motor yang biasanya perlu diganti karena terus bergesek selama dipakai. Namun ternyata sikat ini baik baik saja. Sikat motor blender ini termasuk sulit diganti karena berada di bagian dalam.

Sikat motor di dekat komutator dan poros

Bagian dalam ternyata bersih, tidak ada bekas terbakar dan gosong. Pada penutup bagian dalam terlihat ada bekas tetesan air yang sudah berwarna coklat. Mungkin ada air yang masuk ke dalam celah ketika blender dipakai. Memang terlihat kotor, tapi itu tidak membuat blender menjadi terbakar. Karena tidak ada tanda tanda komponen yang rusak, akhirnya blender ini dipasang kembali. Sebelumnya poros sempat diberi minyak mesin agar lebih lancar berputar.


Mencoba Philips Cuccina yang Sudah Dibongkar

Karena masih penasaran, akhirnya Blender tersebut saya coba dalam keadaan kosong. Dan.. ketika berputar, Blender ini mengeluarkan suara yang mengerikan. Saya tidak sempat mengukur berapa desibel intensitas suaranya, tapi jelas sudah membuat telinga terganggu. Suara menjerit jerit dari Blender ini segera saya hentikan. Karena penasaran, beberapa saat kemudian saya kembali mencobanya, ternyata suaranya tambah seram. Ada sedikit bunyi gesekan di sana yang membuat saya takut. Ternyata bagian bawah  tabung blender yang mengalami kontak dengan mesin luar ada yang tergesek. Bagian ini juga terasa panas. 

Terlihat ada plastik yang tergerus karena gesekan

Setelah diamati, rupanya penyambung poros yang ada di bawah tabung blender ini sudah longgar, tidak menempel dengan rapat pada tabungnya. 

Dudukan yang harusnya menempel dan tidak bergerak

Dudukan bisa ditarik dan tidak kembali pada posisi semula

Mungkin ini penyebab bagian ini jadi tergesek. Gerakan memutar yang cepat ini menimbulkan gesekan dengan intensitas suara yang cukup tinggi dan membuat penyambung poros yang terbuat dari plastik ini tergerus.

Ketika saya mencoba gilingan kering, gilingan ini masih bekerja dengan baik, bahkan suaranya lebih halus dan berputar dengan lancar. Mungkin karena porosnya sudah diberi minyak mesin. Saya kembali melihat poros bagian bawah gilingan kering. Porosnya masih rapat menempel dengan tabung dan tidak bergerak.

Review Philips Cuccina

Blender Philips Cuccina, mesinnya memang hebat. Belasan tahun dipakai dan sampai saat ini masih berfungsi dengan baik. Tapi ternyata ada bagian bukan mesin yang lebih mudah rusak, bagian antara poros dan tabungnya. Pemakaian berulang ulang yang intensif membuat poros bagian bawah tergerus dan tidak menempel rapat pada tabung. Dalam kondisi seperti ini masih bisa bekerja, cuma jika terkena bagian plastik dan bergesek, akan menimbulkan suara bising dan menggerus bagian plastik penyambung poros.Dan ternyata blender ini benar benar ingin pergi karena secara tidak sengaja saya menjatuhkan bagian tutup plastiknya yang langsung retak dan terbelah. Plastik ini awalnya agak lentur, tapi lama kelamaan menjadi getas dan mudah patah. 

Plastik mudah retak dan pecah

 Plastik penutup bisa dilem atau dilakban, tapi kalau bagian bawah tabung yang aus memang harus diganti.

Seandainya bagian tabung ini ada suku cadangnya, mungkin blender ini masih bisa berfungsi. Namun ketika saya mencoba mencari tabung blender ini di Tokopedia, saya tidak menemukannya. Mungkin karena sudah model kuno atau karena sulit menemukan benda yang terdiri dari food processor dan blender. Namun setidaknya gilingan kering masih bisa dipakai dengan baik.

Tips

Sedikit tips dari saya yang sudah belasan tahun memakai Blender Philips Cuccina yang dapat menjadi pertimbangan ketika memilih blender idaman: 

  • Merk Philips memang sudah terkenal bagus kualitasnya. Belasan tahun dipakai, mesin tidak pernah rusak walaupun pemakaiannya termasuk sembarangan dan sering terburu buru karena kejar waktu memasak untuk keluarga di rumah. Walaupun tidak dipakai secara cermat dan dirawat dengan baik, blender Philips Cuccina ini tetap awet. Bahkan sampai tabungnya rusak, mesinnya masih bisa diandalkan.  Sayangnya komponen pelengkap lain seperti tabung dan bagian plastik lain cukup rawan. Bagian bawah tabung yang berhubungan dengan mesin pemutar bisa longgar dan tergerus sehingga tak dapat dipakai lagi. Jadi ketika membeli blender, kita juga harus memperhatikan komponen lainnya, seperti tabung, penutup plastik, dan lain lain. Kalau bisa pilih benda yang umum dipakai agar tidak sulit mencari suku cadangnya, atau lebih baik lagi kalau menyisihkan sedikit uang untuk membeli suku cadang yang mungkin diperlukan seperti tabungnya. 
  • Merawat blender dan memakai sesuai dengan petunjuknya sangat penting dilakukan. Perhatikan kapasitas dan jenis benda yang dapat diblender. Pada awal pemakaian,saya memakai blender untuk membuat jus kelapa agar dapat diperas santannya. Ketika itu suara blender agak aneh sehingga saya menghentikan kegiatan memblender kelapa ini. Untuk benda berserat panjang seperti daun suji, potong potong dulu sebelum masuk ke dalam blender agar bagian panjang tidak tersangkut di dasar dan menimbulkan momen tambahan pada poros yang mungkin dapat  menimbulkan gesekan sehingga poros menjadi longgar jika ini terus dilakukan.
  • Waspadalah jika sudah terdengar suara aneh ketika blender bekerja atau mungkin bau gosong. Kerusakan tidak harus terjadi pada mesin atau komponen elektronik di dalamnya, bisa juga terjadi karena adanya gesekan seperti kasus blender saya di atas. 
  • Menyiapkan alat alat  membongkar barang rupanya banyak gunanya untuk melihat bagian dalam mesin yang digunakan untuk memasak. 

Rabu, 17 Agustus 2022

Review Pan Tefal Natura

Ok, jujur saja, di rumah memang paling malas beli perabotan termasuk alat masak. Sampai pan teflon yang kami punya pun sebetulnya sudah sedikit tergores. Panci teflom yang tergores apalagi kalau dipakai pada suhu tinggi cukup berbahaya. Jadi ketika ada promo Tefal di Tokopedia.. tiba tiba saya jadi tergerak ingin membeli, walaupun cuma satu saja.

Kami termasuk jarang memakai pan teflon karena menurut saya perawatannya cukup rumit. ia tak bisa tergores dan harus dicuci dengan cara khusus, Bluem lagi cara  memasaknya yang tidak boleh terlalu panas.. untuk emak yang dapurnya selalu ngebul dengan jumlah porsi masak yang besar, tentunya sering panik dan  mengalami antrian panjang.. jadi masak pake teflon yang tergolong masak cantik menurut saya, ya jarang dilakukan. 

Tapi begitu perlu, ya memang tak bisa ditawar. Misalnya ketika membuat kulit lumpia yang nggak pernah berhasil (kalau saya) dnegan wajan biasa. Atau ketika membuat Keju parut panggang yang memang butuh pan anti lengkat. Atau benda seerhana seperti mengurangi minyak untuk kesehatan.Apalagi si krucil ada yang suka membuat pancake, tentunya dnegan pan teflon (diameter kurang lebih 18 cm) yang kami punya hal ini menjadi kerja yang melelahkan. 

Seperti apa fitur Pan Teflon Natura ini? Jelas dia anti lengket, tapi berbeda dengan pan teflon kami sebelumnya yang tidak boleh memakai minyak sama sekali, penggunaan minyak pada pan tefal masih aman dan diizinkan. Bahan pelapis adlaah Mineralia Non Stick (pastinya bahan plastik yang sudah dipatenkan) yang sangat awet.  Hampir semua pan tefal juga memiliki thermo-signal technology. Jadi kalau udah  panas banget bagian bulat merah di tengah akan berubah warna. Bisa jadi indikator cepat tanpa harus pake termometer lagi ketika masak.  Selain itu Alas Pan tefal juga memiliki distribusi panas yang rata sehingga api di segala tempat panasnya kurang lebih sama. Pan ini dapat digunakan pada segala jenis kompor kecuali kompor induksi yang memang hanya bisa bahan stainless steel.

 Ini penampakan Pan Tefal Natura.

Tampak lengkap Pan Tefal Natura

 Pada brosur terlihat kalau panci panas, bagian bulat di tengah menjadi lebih gelap warnanya.

 

Pembungkus Pan Tefal Natura yang memiliki petunjuk penggunaan

Bagian belakang, terlihat ada pola yang menunjukkan distribusi panas jadi merata

Bagian belakang Pan Tefal Natura

Gagang Pan Tefal Natura, sepertinya terbuat dari plastik yang keras dengan sambungan yang cukup kokoh. Pan Tefal Natura ini cukup nyaman dipegang di tangan sebesar saya walaupun terasa agak berat. Lebih berat dari Pan Teflon saya yang lama.


Gagang Pan Tefal Natura

Terlihat bagian coating cukup tebal dan sepertinya lebih tahan terhadap gores. Permukaannya rata tidak bergelombang. Pan teflon saya yang lama terlihat lebih tipis dan bertekstur, tidak halus. terlihat ada thermo signal pada bagian tengah yang bisa berubah warna.

Bagian tengah Pan Tefal Natura

Jadi bisa dipakai apa saja Pan Tefal Natura ini? saya sudah mencoba membuat telur ceplok, kulit lumpia, sayuran. Bahkan ada yang menggunakan Pan Tefal Natura ini untuk menggoreng kerupuk, pastinya dengan minyak yang terendam. 

Ini salah satu masakan yang saya masak menggunakan Pan Tefal Natura: Tom Yam Fetuccini.


Bahan:

  • 150 gr udang, kupas, bersihkan, marinasi dengan jeruk nipis dan garam
  • 50 gr jamur kancing
  • Air secukupnya
  • ½ buah perasan jeruk lemon
  • garam, dan gula secukupnya
  • Saus tomat sesuai eslera
  • merica bubuk sesuai selera
  • Bumbu Utuh:
  • 1 batang serai, geprek
  • 1 ruas lengkuas, geprek
  • 1 ruas jahe, geprek
  • 4 lbr daun jeruk
  • 3 lbr daun salam


Bumbu Halus:

  • 10 buah cabai merah
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • Bahan pelengkap:
  • 150 gr skinny Fetuccini pasta rendah kalori
  • 5 butir telur puyuh rebus
  • 3 lembar sawi hijau, rebus hingga matang


Tumis bawang merah dan bawang putih dengan sedikit minyak. Tambahkan udang, tumis kembali hingga kemerahan. Masukkan Bumbu utuh, tumis hingga harum. Masukkan jamur kancing.
Tambahkan air secukupnya. Tambahkan cabe giling, saus tomat, garam gula dan merica.
Masukkan perasan jeruk lemon. Masak hingga mendidih.
Kecilkan api agar bumbu meresap ke dalam udang dan jamur
Siapkan 150 gr Skinny Fetuccini rendah kalori, rebus sebentar, tiriskan. Ambil beberapa sendok sayur Tom Yam, masukkan ke dalam panci.
Masukkan pasta, telur puyuh dan sawi hijau ke dalam tomyam, rebus sebentar dengan api kecil, sajikan hangat. 

 


Minggu, 28 November 2021

Review Wajan Kirin Anodized

 

Deskripsi Penjual

Ada berbagai ukuran Kirin Anodized dari ukuran diameter 20 cm sampai 36 cm. Wajan ini terbuat dari material Aluminium 3003 dengan lapisan anti gores ( Aluminium Hard Anodize). Lapisan wajan berwarna hitam dengan desain yang elegan. Konon lapisannya lebih tebal dibanding penggorengan kirin lainnya sehingga harusnya wajan ini lebih lama dari wajan kirin lainnya. 


Menurut promosinya lagi:  Gagang wajan terbuat dari bahan Bakelite (plastik yang tahan panas) yang nyaman untuk digunakan. tapi kalau dilihat dari foto plastik bakelit adalah pelapis dari gagang besi.. dan kondisi ini lebih bagus daripada semuanya plastik yang tidak akan tahan lama karena perpindahan panas dari wajan akan langsung ke plastik.. Walaupun di rumah ada gagang dari bahan Bakelite tapi tetap saja copot copot karena terkena panas dalam waktu yang  lama. Untuk gagang menurut saya memang paling enak yang bahannya logam juga tapi tidak menghantar panas. Kalau gagang disambung dengan sekrup, kita akan dapat mengantinya ketika rusak, tapi jika dipasang dengan las, sekali copot sulit untuk dipasang lagi. O ya untuk ergonomik gagang tidak ada komentar ya.. karena untuk tangan saya yang ukuran  mini rasanya pegang gagang wajan ini kegedean...


Kelebihan Wajan

Tapi yang membuat kami tergerak untuk membeli wajan ini bukan karena gagang, karena bahannya. 

Apa saja keuntungannya Aluminium Hard Anodize? 

  • Dapat mendistribusikan panas secara cepat dan merata sehingga masakan akan matang dengan cepat dan sempurna, terdapat lapisan anti lengket pada wajan sehingga wajan mudah dibersihkan.
  • Aluminium Anodized ini sifatnya sangat tidak reaktif sehingga aman untuk dipakai masakan yang asam. Kalau bahan lain bakan stainless steel,  bisa bereaksi pada beberapa bahan makanan dan jika kita sensitif atau memiliki alergi akan terkena dampaknya. 


Memang selama memasak pakai wajan ini, rasa makanan terutama sayuran terasa lebih enak, warna sayur terlihat cantik dan tidak pudar, dan tingkat kematangan seluruh sayuran sama.  Untuk menjaga kualitas dan rasa makanan memang cocok dengan wajan ini.


Kekurangan Wajan

 Sayangnya masih ada beberapa kekurangan antara lain:

Wajan ini lengket kalau dipakai untuk memasak ikan. Berkali kali mencoba masak ikan denagn wajan ini selalu kurang bagus hasilnya.. adakah yang punya saran agark tidak lengket?Sudah cari di Google dan melakukan berbagai cara agar tidak lengket, tapi masih lengket.. untuk ikan ukuran kecil  lebih parah.. jadi hancur tidak berbentuk. sudah pakai minyak yang sangat panas dan banyak, masih sulit juga.. 

Bentuk wajan cenderung datar, tidak cekung seperti wajan stainless dan aluminium pada umumnya. Untuk menumis dan membalik bahan makanan jadi cukup sulit. Sutilnya juga harus menyesuaikan karena terlalu datar. Namun justru karena wajan datar ini panas yang diterima oleh makanan  menjadi lebih rata. 

Jika memakai sutil besi bisa bergores. Kalau di manual tidak ada peringatan atau anjuran agar berhati hati dengan coatingnya.. bahkan konon boleh dibersihkan dengan sabut besi.. tapi namanya ibu ibu apalagi wajan baru, pasti sangat tidak suka kalau melihat wajan tergores.. dan  memang betul tergoreslah oleh sutil metal. Jadi kalau mau tetap mulus kita harus menyiapkan sutil kayu. kalau mencuci pun sebaiknya direndam dulu ketika sudah dingin (kalau masih panas disiram air dingin, dikuatirkan coatingnya malah lepas).. setelah beberapa lama baru dicuci dengan spon yang lembut.

Selasa, 22 Desember 2020

Memilih Pisau Dapur Sebagai 'Peralatan Perang' (1)

Pisau Dapur Itu Penting

Pisau dapur adalah salah satu perkakas dapur yang hampir dimiliki oleh setiap orang. Pisau dapur, dapat diumpamakan seperti senjata ibu rumah tangga yang membantunya melaksanakan tugas di dapur. Kalau seorang prajurit memiliki pedang yang digunakan ketika berperang, seorang ibu menggunakan senjata pisau dapurnya hampir setiap hari untuk menyajikan makanan yang baik untuk keluarga di rumah. 

Ilustrasi dari https://www.dreamstime.com/woman-peeling-aubergines-cooking-vegetables-to-eat-healthy-mom-knife-her-kitchen-apron-onions-eggplants-image198449288

Masalah Akibat Pisau Dapur

Pisau dapur yang enak dipakai sangat membantu pekerjaan masak memasak dan mengurangi stres dan kelelahan para ibu ibu. Sebaliknya pisau yang tumpul, salah ukuran dan salah penggunaan akan menimbulkan ketegangan dan stres serta menghambat proses masak memasak di dapur. bayangkan jika harus memotong ikan, tapi pisaunya tidak tajam, kita bisa tergelincir dan terkena sirip ikan yang tajam. Atau memotong nanas, yang seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu singkat dengan piasu tajam, menjadi lebih lama dan tidak sempurna.."ibu, nanasnya kok gatal dan masih banyak matanya sih? " itu mungkin komentar anak anak sebagai konsumen. Atau kaalu ada yang ingin membuat hiasan dari makanan seperti yang ada di internet, tapi gagal karena memang pisau tumpul tidak bisa menghasilkan bentuk yang cantik.

Pada gambar, paprika dapat dipotong dengan cantik...tetapi kenyataannya..                                https://knowyourmeme.com/photos/1739230-expectation-vs-reality#trending-bar


Pisau yang tidak tepat membuat pekerjaan dapur menjadi lebih lama, membosankan dan bahkan berbahaya. Menjadi berbahaya karena ibu ibu jadi tidak suka memasak dan merasa tidak berbakat sehingga lebih suka memilih makanan siap saji dan siap antar daripada memasak sendiri makanannya. 

Dari pertimbangan di atas, memang lebih baik kita membeli pisau dapur yang tepat... kalau tidak,  ibu ibu bisa jadi tidak betah di dapur dan dana untuk makan dan minum di rumah jadi membengkak karena hampir setiap hari memesan makanan jadi. Bisa juga dana yang ada digunakan untuk menghilangkan stres para ibu akibat proses masak memasak di dapur menjadi sesuatu yang sulit, hasil tidak maksimal dan waktu yang lama. 

Ilustrasi dari: https://www.istockphoto.com/vector/woman-in-the-kitchen-gm911720474-251017177

Jangan lupa untuk mempertimbangkan biaya rumah sakit akibat perlu merawat luka terkena pisau yang tumpul. Pisau yang tumpul dan kurang tepat memang dapat menimbulkan berbagai kecelakaan di dapur. Kalau kita menggunakan pisau tumpul, terkadang kita 'memaksa' pisau tersebut untuk melakukan pekerjaan yang sebenarnya dia sudah tak mampu. Kalau benda yang dipotong keras dan licin, kita bisa terpeleset dan pisau bisa mendarat di tempat yang tidak diinginkan tanpa sengaja.

Tapi perlu ditekankan juga, pisau yang bagus bukan berarti pisau yang harganya mahal. Kecuali kalau kita punya alasan yang tepat, sebaiknya kita hanya membeli sesuatu sesuai dengan kebutuhan. Bukan berarti pelit, tapi sesuai.. kalau masih ada lebih dari anggaran yang diperlukan, kita bisa sedekahkan kepada orang yang membutuhkan.

Survei Pisau Dapur Di Internet

Karena memang ingin yang terbaik, jadi pertama saya survei di Internet mencari pisau yang katanya baik. Kata kuncinya Chef Knive dan akan muncul bermacam macam pisau lengkap dengan harganya. Nggak perlu takut dengan 5 (atau bahkan 6) digit angka yang biasanya muncul di kolom harga. Kita perlu cek terlebih dahulu betulkan itu pisau idaman kita..

Apa yang paling penting dalam memilih pisau? Kalau saya tidak muluk muluk. Pilih yang tajam, awet, mudah dirawat dan enak dipakai. Saya tidak mempertimbangkan bentuk warna dan faktor ' cuteness' lainnya karena bukan tukang motret interior dapur dan pernak perniknya. Saya sudah sangat bersyukur kalau punya pisau yang membuat pekerjaan menjadi lebih mudah, cepat dan tidak menghabiskan waktu yang lama. 

Bahan Pisau

Berarti paling penting adalah bahan pisau. Dari berbagai bahan pembuat, akan muncul beberapa kategori pisau seperti: 

  1. Pisau Stainless steel.
    Pisau yang paling umum. Walaupun sebenarnya definisi stainless steel ini perlu diuraikan lagi, tapi kebanyakan melabelkannya dengan stainless steel saja. Ada stainless steel yang dicampur dengan logam lain agar lebih kuat, ada yang proses pembuatan stainless steelnya berbeda, dan lain lain. Chrome Stainless Steel misalnya, kemungkinan membuat pisau jadi tahan korosi dan karat karena Chrome memang memiliki sifat seperti itu. Dan harganya langsung melejit  karena pakai campuran ini.
    Di beberapa toko 'on line' tidak ada definisi lebih rinci tentang spesifikasi dan cara membuat pisau Stainless steel tersebut. Nah ini mungkin bisa menjadi masalah karena kalau beli ' on line' kita nggak bisa lihat langsung barangnya.
  2. Pisau dari keramik
    Ada juga ya pisau dari keramik.. terus terang belum pernah saya melihat pisau ini secara langsung dan hanya membaca ulasannya saja. Terbayang juga walaupun pisau ini ternyata nyaman dipakai dan tajam, menyimpan dan mengurusnya tidak semudah pisau logam. Keramik adalah bahan yang dapat pecah, walaupun sudah dipanaskan berkali kali, resiko itu tetap ada. Keramik juga dapat terpengaruh oleh suhu dan mengalami muai susut, kalau ini terjadi di luar batas kemampuannya, dia bisa pecah juga. 
  3. Pisau Stainless Steel Lapis Titanium
    Memang nggak kebayang punya pisau ini.. harganya selangit. Bahan ini biasanya dipakai untuk membuat pesawat jet...eh ada juga yang jadi pisau.Dia memang kuat dan ringan, tipis dan penampilan yang cukup keren.. mahal banget juga. Tapi walaupun kuat, dan tipis, dia bisa penyok juga kalau terkena benda keras. Nah sayang kan pisau harga selangit tapi jadi penyok.. Makanya dia jadi bahan pelapisnya aja, bahan utama tetap stainless steel.. konon dipilih titanium agar tidak  mudah tergores.. yang pasti kalau saya punya pisau seperti ini , akan jadi pajangan saja di rumah...nggak akan dipakai dan diasah.
  4. Pisau Damascus
    Pisau ini memang penampakannya luar biasa keren. Kalau difoto juga bagus sekali karena akan menampilkan pola yang cantik hasil dari 'folding' 2 logam yang dilakukan lebih dari 50 kali (yang dijual di toko 'on line' 63 kali). Teknologi membuat Pedang Damascus ini dilakukan karena pada zamannya, orang masih sulit membuat logam yang keras sehingga dibuatlah dengan cara menggabungkan 2 logam dan dengan teknik folding berkali kali, pedang menjadi lebih kuat. Sekarang kita sudah dapat membuat aneka logam yang lebih kuat dengan teknologi yang lebih baik. Jadi pisau Damascus ini lebih terkait dengan 'romantika masa lalu' yang memang gemilang di zamannya.

Nah masih banyak yang bisa saya ceritakan tentang memilih pisau ini.. Semoga kelak akan saya bahas lagi...

Sabtu, 06 April 2019

Memasang Pelumas Pada Mixer Philips

Setelah mendengar suara mixer Philips yang terdengar agak aneh dan tidak biasa, akhirnya mixer itu diintip dan terpaksa dibuka. Penampakan dalam mixer itu seperti foto di atas, abaikan debu debu yang menempel ya.. ini mixer memang sudah panjang umurnya..

Kondisi di dalam sepertinya baik baik saja, tidak ada yang patah gosong atau meleleh. tapi bunyinya memang agak bikin sakit telinga. Jadi kemungkinan bunyi berderit derit ini berasal; dari benda bergesek seperti engsel pintu yang sudah lama tidak diminyaki.

Ok, mari kita beri minyak. Tentu saja bukan minyak rambut, atau minyak goreng. Mixer bisa menggunakan bahan pelumas yang sering disebut ' gemuk' seperti pada mesin lainnya. Cuma, pada mixer kita harus perhatikan bahan pembuat gemuk itu food grade atau tidak.

Kebetulan di rumah masih ada stok gemuk yang pernah dipakai untuk melumasi mixer kitchen aid. Namanya pelumas Gara Lube. Warnanya putih dan bentuknya seperti whipcream, tapi rasanya tidak seperti whipcream. Tidak terlalu sulit untuk memasang gemuk ini karena dia mudah menempel dan tidak cepat lumer. Pasang ke ataws permukaan yang bergesek, pastikan setiap celah terkena gemuk hingga merata.

Nah setelah diberi gemuk, mixer sudah tidak bersuara aneh lagi ketika dipakai. Rupanya ia minta digemuki....




Ngomong ngomong, kelihatan kan pada tempat memasang pengocok ada celah. Nah celah ini yang menyebabkan adonan kue bisa masuk dan mengotori bagian dalam mixer. Kalau tidak segera dibersihkan akan mengeras di dalam dan bisa merusak komponen di dalam mixer.


Sabtu, 29 Agustus 2015

Hati Hati Membeli Kuas Makanan

Bahan pembuat kuas bermacam macam, ada yang terbuat dari bulu binatang, ada juga kuas dari bahan sintetis seperti silikon, ada juga kuas plastik. Bagi orang muslim, dianjurkan untuk membeli kuas dari bahan sintetik saja karena bahan ini lebih aman. Kita tidak perlu susah susah membedakan jenis bulu yang terdapat pada kuas karena memang sulit sekali membedakan bulu yang terbuat dari bulu b*** dan bulu binatang lain seperti kuda, sapi, dll. Namun kadang, kuas dari bulu bintang dan sintetis terlihat sama. Jangan takut, membedakan kuas sintetik dan kuas organik yang terbuat dari bulu binatang sangat sederhana, cukup dengan mengambil sedikit bulu dan membakarnya. Bau kuas organik seperti bau bulu terbakar sementara bau kuas sintetis seperti plastik terbakar.
 

Beberapa petunjuk lainnya adalah: kuas bulu b*** memiliki tulisan Bristle.  Warna bulu ini tidak harus putih, bisa juga berwarna hitam, sehingga jangan kita tergesa gesa membeli kuas berwarna hitam karena merasa bahwa kuas bulu b*** hanya berwarna putih saja. Beberapa penjual menyebutkan jenis bulu binatang yang dipakai namun ada juga yang tidak.

Ada juga yang memberikan isu bahwa ada kuas yang terbuat dari rambut manusia. Jangan terlalu percaya karena sifat bulu manusia berbeda dengan bulu binatang. Bulu rambut manusia lebih licin sehingga mudah copot dan tidak tahan lama seperti bulu binatang. Pada beberapa kasus memang ada yang menggunakan rambut bayi manusia untuk membuat lukisan, tapi hanya untuk beberapa kali saja.

Gambar dari Wikipedia


Kuas makanan yang banyak terdapat di pasaran sekarang adalah kuas dari bahan silikon. Seharusnya kuas ini cukup aman digunakan karena terbuat dari bahan sintetis.  Memang kuas jenis ini berbeda dengan kuas yang terbuat dari bulu hewan karena diameter rambut kuasnya  lebih besar. Kuas jenis ini juga kurang menyerap minyak sehingga bagi yang biasa memakai kuas rambut harus menyesuaikan lagi. Bahan silikon juga tidak sepenuhnya tahan panas dan dapat meleleh jika dipakai di atas batas suhu pemakaian. Berbeda dengan kuas rambut yang kalau kena panas akan terbakar menjadi abu. 

Selain kuas silikon, ada juga kuas plastik yang berbentuk seperti rambut dan halus sekali sehingga lebih nyaman dipakai, namun sepertinya harganya juga lebih mahal dan tidak tahan lama seperti kuas silikon.

Ternyata saat membeli kuas yang terbuat dari bahan silikon juga kita perlu berhati hati karena ada kuas yang menggunakan bahan dari daur ulang. Seperti kata Mbak Meili Amalia:  "Betul itu silicone. Tapi hati-hati banyak yang jual murah made in China yang terbuat dari silicone daur ulang yang entah terbuat dari apa...."

Bagi yang ingin mengenal berbagai kuas dapat meluncur ke sini.

Rabu, 17 September 2014

Review Oven Gas Golden Star


Oven Goldenstar
Sudah hampir sepuluh tahun oven gas golden star ini berjasa memangang berbagai jenis kue dan roti untuk kami. Sebelum ada oven ini saya menggunakan oven tangkring, jadi utnuk membuat kue dalam jumlah yang banyak bisa menghabiskan banyak waktu karena kapasitas oven tangkring lebih sedikit dibandingkan oven gas. Kapasitas adalah salah satu pertimbangan ketika ingin membeli oven gas dibandingkan oven listrik atau oven tangkring. 

Oven gas bermerk Golden Star di rumah adalah tipe standar dengan ukuran terkecil dan paling sederhana dari seluruh oven gas yang ditawarkan oleh Golden Star. Terdapa banyak sekali jenis dan ukuran oven Golden Star (Silahkan lihat di: http://goldenstar.blogdetik.com/perihal/).

Selama kurang lebih sepuluh tahun, oven ini tidak pernah mengalami kerusakan dan tidak pernah diganti bagian bagiannya. Jika kita rajin membersihkan bagian dalam oven dan menggunakan oven ini secara rutin, pipa besi ini tidak akan mengalami kerusakan atau kebocoran. Yang mungkin perlu diganti dalah bagian selang karet penyambung antara oven dan gas. 

 

Jumat, 22 Agustus 2014

Review Mixer Philips HR 1500 dan Cuccina beserta Tips Pemeliharaan Mixer

Saya sudah dua kali menggunakan mixer philips, tipe HR 1500 dan tipe cuccina. Yang ke satu sudah bekerja sangat keras, umurnya kurang lebih 5 tahunan. Mixer mini bermerk Philips  HR 1500 sering dipakai untuk menguleni adonan donat sebanyak 1.5 sampai 2 kg  kg paling sedikit satu kali seminggu,  dan terakhir sebelum akhirnya berpisah dia masih sempat dipakai untuk membuat produksi brownies kukus sebanyak 10 resep tanpa henti..setelah itu saya mencoba memakainya untuk 4  resep adonan sus dan ternyata sudah tidak bisa berputar, Ketika mixer ini dicoba dibongkar, awalnya mixer ini bisa kembali bekerja, tapi lama kelamaan putarannya melemah dan rusak lagi.  
Kedua kalinya tipe cuccina, dibeli utnuk menggantikan yang lama 6 tahun yang lalu dan sekarang masih berfungsi dengan baik. Kali ini saya tidak pernah menggunakan mixer tersebut untuk menguleni roti dan tidak pernah saya gunakan untuk membuat kue dalam jumlah banyak sekaligus. Intinya, semakin sedikit pemakaian, seharusnya mixer bisa semakin awet.  

Di bawah ini  adalah perbandingan philips HR 1500 dan Cuccina

  • Sejalan dengan perkembangan teknologi, rupanya produk baru Philips yang bermerk cuccina ini mengeluarkan beberapa perubahan dari merknya yang lama. Pada produk cuccina philips menyatakan bahwa mixer ini food grade, berarti bahan bahan pembuat mixer aman dipakai untuk bahan makanan.
  • Cuccina berbeda denan HR 1500 yang berbentuk kotak. Cuccina bentuknya berlekuk lekuk dan lebih nyaman jika digunakan dengan tangan.
  •  Dari segi pemasangan, bagian pengaduk mixer Cuccina tidak dapat ditukar satu sama lain, jadi masing masing pengaduk sudah memiliki tempat. Jadi jangan sekali kali salah memasang pengaduk ya, pengaduk akan lepas ketika diputar. Sayangnya untuk memasang pengaduk pada cuccina dibutuhkan usaha yang lebih besar dibanding pada HR 1500 yang tinggal tekan saja.
  • Pengaduk pada cuccina juga dilengkapi dengan plastik berbentuk segi 6 (sayangnya pada satu pengaduk saja) sehingga kemungkinan adonan masuk ke dalam mesin dapat dihindari. 
  • Pada cuccina, kipas pendingin lebih banyak mengeluarkan angin dan berbunyi lebih kencang, lebih bising dan lebih berat mungkin, tapi lebih bermanfaat untuk mendinginkan mesin mixer.
  • Dari segi berat, cuccina terasa lebih berat di tangan dibandingkan HR 1500. 

Beberapa tips untuk menggunakan mixer agar awet berdasarkan pengalaman pribadi antara lain: 

  • Gunakan mixer sesuai dengan kapasitas kerjanya (lihatlah dalam manual). Ada yang menginstruksikan agar bekerja paling lama 10 menit, ada juga yang kurang dari itu.
  •  Hentikan kegiatan mengaduk jika suara mixer berubah atau jika mesin terasa panas.
  • Bisa saja suara berubah karena mixer perlu diminyaki, bukan karena over capacity, jadi kalau bisa minyaki bagian pengaduk mixer dan sekitarnya dengan minyak mesin yang food grade. Beberapa hal tentang minyak mesin yang aman digunakan untuk makanan, ada di sini
  •  Untuk menguleni roti dalam jumlah besar sebaiknya gunakan alat lain karena kerja mengaduk roti ini adalah kerjaan yang cukup berat untuk mixer. Anda mungkin bisa menggunakan bread maker food processor atau mixer yang besar seperti kitchen aid atau bosch. Kalau masih igin menggunakannya, silahkan siap siap memperkirakan umur mixer (umur mixer saya 5 tahun saja ketika dipakai untuk menguleni dalam jumlah yang besar). Dan siapkan kembali dana untuk membeli yang baru.
  • Ketika mixer selesai dipakai, copotlah bagian pengaduk, segera cuci dan simpan dalam kotak penyimpan . jangan sekali kali meninggalkan pengaduk dalam keadaan kotor apalagi meninggalkan mixer yang kemasukan adonan tanpa membersihkannya. Ini akan menyebabkan karet yang ada di dalam mixer akan rusak dan sulit untuk mencari spare partnya.
  • Perhatikan prosedur keamanan, pastikan tidak ada balita yang memasukkan tangan ketika mixer bekerja. Letakkan mixer di luar jangkauan anak anak terlebih jika kabel sudah dipasang.
  • Jika mixer ingin dipinjamkan, berikan cara menggunakannya, jangan lupa untuk memeriksa kondisi mixer yang telah dipinjam sebelum disimpan.