Tampilkan postingan dengan label tepung kanji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tepung kanji. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Februari 2021

Resep Lapis Tepung Beras Kanji

Lapis Beras dengan pewarna alami

Ini salah satu kegiatan anak anak di rumah ketika bosan: membuat lapis beras. Dengan pertimbangan melatih keterampilan dan disiplin (kalau telat memasukkan adonan, lapisnya tidak bagus lagi), saya menyambut baik keinginan anak anak utnuk mencoba membuat sendiri kue ini. Apalagi bahannya sederhana dan terjangkau kantong. Dibanding membeli, membuat sendiri lebih murah banyak dan sehat. Ini adalah resep lapis favorit di rumah yang menghasilkan tekstur lapis yang pas, agak kenyal seperti selera di rumah.

Resep dari Pusat Kajian makanan tradisional Dep dik bud, 1999

Bahan

  • 250 gr tepung beras
  • 100 gr tepung kanji 
  • 250 gr gula pasir (takaran asli 300 gr)
  • 750 ml santan
  • daun pandan 
  • Sejumput garam
  • Minyak goreng untuk melapis loyang 
  • pewarna secukupnya

Cara membuat

Masak santan gula garam pandan hingga mendidih, diamkan. Setelah sudah hangat baru campur dengan tepung beras dan tepung kanji. Bagi 2 atau 3 bagian dan beri warna sesuai selera. Tuang dalam loyang yang sudah dioles minyak. Masak dalam panci kukusan, tiap lapis 5 menit. Setelah lapis terakhir masak selama 30 menit. 

Catatan

  • Kalau memakai pewarna alami berbentuk cairan, sesuaikan jumlah cairan dengan pewarna. Untuk 250 santan sudah termasuk zat cair pewarna. tepunya tinggal pakai perbandingan cairan dan tepung. 
  • Memasak dalam kukusan tergantung dari ketebalan lapisan, besar kukusan dan api kompor.  Biasanya semakin tebal lapisan akan semakin lama. Sesuaikan dengan keadaan (tidak perlu harus 5 menit dimasak tiap lapisnya). Kalau sudah terlihat matang, cirinya adonan berubah warna dan tepung menjadi padat, bisa tambah lapisan berikutnya. Namun waktu memasak harus konsisten agar tiap lapisan sama menempelnya. Kecuali jika lapisannya memiliki ketebalan yang berbeda. 
  • Pewarna alami memiliki sifat yang unik dan perlu penanganan sesuai dengan bahannya sendiri. 

Review

Ini lapis beras buatan anak anak di rumah yang menggunakan bunga telang, daun suji dan buah naga sebagai pewarna alami. Buah naga tidak terlalu banyak sehingga setelah dikukus hilang warnanya. Sementara daun suji sudah terlalu lama sehingga ketika dipakai terlihat ada butir butir hijau yang sulit dicampur denga tepung. Bunga telangnya menurut saya masih kurang terlihat yang menunjukkan campuran kurang pekat. Secara keseluruhan rasanya  masih ok saja, hanya tampilan kurang representatif. Karena untuk dimakan sendiri, kami cukup puas dengan hasilnya.

Senin, 23 November 2020

Resep Lapis Kanji Terigu


Ini adalah resep lapis Kanji yang dicampur dengan terigu. Saya dapat dari Mbak http://hesti-myworkofart.blogspot.com/. Ternyata tekstur lapisnya lembut sekali. Berbeda dengan lapis kanji standard yang kenyal atau lapis beras. Tapi  kalau anak anak di rumah lebih suka lapis kanji biasa.  Seperti lapis lainnya, kita bisa membuat banyak variasi seperti warna dan pola. Juga menambahkan keju spread, susu kental manis, krimer, kopi, dll pada rasa. Buatlah sesuai selera...saya menambahkan susu kental manis pada resep.

 

Bahan

- 300 gr tepung kanji
- 150 gr tepung terigu
- 1 kaleng susu kental manis putih (sifatnya bebas, tak harus dipakai)

- 900 cc santan (saya menggunakan 1,5 kotak santan instan yang dicampur dengan air)
- sejumput garam
- 30 gr coklat bubuk
 

Cara membuat


- Campur tepung sagu, tepung terigu, garam. Aduk rata
- Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan whisk hingga rata, jika perlu disaring agar memperoleh adonan licin dan halus. Tambahkan susu kental manis putih. 

- Bagi adonan menjadi 2 bagian. Satu bagian ditambahkan dengan coklat bubuk.
Caranya, ambil sedikit adonan lalu campur dengan cokelat bubuk, aduk hingga benar-benar rata dan licin, lalu campur lagi dengan sisa adonan
- Siapkan loyang yang sudah dioles minyak dan dialasi plastik tebal. Lalu masukkan ke dalam kukusan dan panaskan sampai beberapa saat
- Setelah loyang dirasa cukup panas, tuang adonan selapis demi lapis bergantian warna
- Kukus setiap lapisannya masing-masing 5 menit sampai adonan habis. Lapisan terakhir kukus hingga 30 menit hingga matang
- Simpan ke dalam kulkas selama beberapa menit. Potong sesuai selera. 

Tips

  • Kita bisa menggunakan pewarna alami pada tiap  lapisan
  • Siapkan air panas cadangan dalam termos agar dapat dipakai jika air dalam kukusan habis 
  • Jangan lupa untuk melapis tutup panci dengan kain, jika tidak memakai loyang klakat
  • Agar tiap lapisan sama ketebalannya, kita harus memasukkan adonan dalam tenggat waktu yang sama. Gunakan timer jika perlu. 
  • Memotong lapis ini agak sulit. Saya menggunakan benang kain untuk memotongnya. Pastikan posisi tali selalu tegak lurus kue agar potongan tidak miring

Sabtu, 19 Juli 2014

Resep Nagasari dengan tekstur yang Berbeda

Setahu saya, Nagasari adalah kue tradisional yang berasal dari Jawa. Sekarang resep nagasari banyak ditemukan di internet, tapi sedikit yang masih berbau tradisional. Kata kawan saya yang orang Jawa, resep asli nagasari nggak pernah pake tepung kanji....tapi nagasari yang tidak memakai tepung kanji rasanya lebih "berat" dan agak lengkat jika airnya banyak. Nagasari yang dijual di pasaran biasanay memakai tepunkanji, rasanya tidak terlalu enek dan berat, disajikan dalam porsi kecil, sehingga maunya nambah dan nambah lagi, sementara menurut saya, nagasari asli tradisional,  biasanya 1 atau 2 sudah merasa kenyang karena agak besar bungkusnya, tepung berasnya banyak dan santannya dari santan kental yang sangat gurih.


Untuk Nagasari tradisional, ini resep yang saya pakai : 

  • 500 gr tepung beras, 
  • 1000 cc santan, 
  • garam, pandan, 
  • 180 gr gula (takaran gula saya kurangi dari 200 gr), 
  • 1 sdt garam, 
  • pisang dan daun pisang secukupnya

 

Untuk Resep Nagasari Pasar, resep saya modif menjadi:

  • 250 gr tepung beras
  • 50 gr Sagu
  • 1000 cc air
  • 100 cc santan instan
  • 150 gr gula
  • sejumput garam
  • pisang dan daun pisang secukupnya ( 1 resep jadi 30 buah untuk takaran perbungkus 1.5 sendok makan)

 Tipsnya:

  • Paling enak menggunakan tepung beras yang menggiling sendiri. Hasilnya lebih wangi, pulen dan empuk. Kalau tepungnya berasal dari beras yang pera, nagasari akan keras setelah dingin... mungkin itu sebabnya banyak yang menambahkan tepung kanji pada resep agar adonan tetap empuk dan kenyal.
  • Kalau ingin yang gurih legit, jangan menggunakan santan instan, pilih santan dari kelapa yang baru diparut.
  • Jangan lupa menggunakan garam agar lebih gurih.
  • Kalau pisang sudah matang dan manis, adonan tidak perlu terlalu manis
  • Agar tidak bergumpal, pakai metode 'memancing". Air santan dan tepung jangan langsung dicampur. tepung dan sebagian air diaduk dan dimasukkan setelah air dan santan mendidih.