Jumat, 20 April 2012

Pewarna Alami Untuk Kue

Pewarna kue buatan memang sudah banyak tersedia di toko toko dengan berbagai pilihan warna, bahkan bau dan rasa. Pastikan lagi jika ingin membeli pewarna kue buatan kita mengetahui kehalalan pewarna kue buatan tersebut, cara paling mudah adalah denagn melihat label halal pada kemasannya, atau meneliti komposisinya. Ada pewarna buatan yang masih memakai alkohol, ada juga pewarna buatan yang terbuat dari bahan baku serangga. Selain kehalalannya kita perlu juga memastikan apakah pewarna ini dapat dicerna denagn baik oleh tubuh. Beberapa pwewarna buatan diurigai dapat memberi dampak negatif pada kesehatan.
Cara yang lebih aman adalah membuat sendiri pewarna kue dengan bahan dari alam. Cara ini memang lebih sulit dan memakan waktu lama, tapi kita dapat memastikan sendiri kehalalaln dan kebaikan bahan pewarna tersebut.

Banyak cara untuk menampilkan warna alami pada kue seperti:
  • warna merah: bit merah, strawberry, bunga rosella, kayu secang
  • warna hijau : daun suji , bayam
  • warna ungu : Bunga Telang, Anggur Bali, Blueberry
  • warna orange:: Wortel, Jeruk sunkist
  • warna kuning: Kunyit
  • warna coklat : coklat bubuk
  • warna hitam : merang
Banyak cara untuk mengolah pewarna makanan alami seperti di :

Daun suji
http://indonesiahotissue.blogspot.com/2011/08/membuat-pewarna-makanan-alami.html


Daun suji biasa dipakai sebagai pemberi warna hijau pada makanan. Daun suji seringkali dicampur dengan daun pandan sehingga selain memberi warna sekaligus juga memberi aroma harum pada makanan, kue dan minuman. Cara membuatnya: iris halus daun suji dan daun pandan, haluskan dengan cara ditumbuk atau diblender, peras, dan saring, lalu tambahkan air kapur sirih sebagai pengawetnya. Masukkan ke dalam botol tertutup, lalu simpan di lemari es. 

Kayu Secang
http://id.shvoong.com/lifestyle/food-and-drink/2253898-cara-membuat-pewarna-alami/

Bahan : Serutan kayu secang, air (10xberat kayu)
Kayu secang cukup direndam dengan air beberapa menit (15-30menit ). Setelah didiamkan akan diperoleh
larutan pigmen berwarna merah. Proses dapat diperkuat dengan pemanasan. Jika ingin dipekatkan
maka perlu dilakukan penguapan dengan rotary evaporator vacuum dengan suhu sekitar 50-60 derajat
hingga kepekatan meningkat 3-5 kalinya. JIka ingin bentuk bubuk , maka diperlukan bahan pengisi
(filter) seperti dekstrin (putih) atau gum arab sebanyak 20-30%, lalu dilakukan pembubukan dengan bantuan
spray dryer.


Yang pernah saya coba warna seang aan berubah menjadi coklat jika ada zat asam yang diampur dalam larutan secang.

Bunga telang

http://blognya.afiynih.com/2011/05/11/pewarna-makanan-alami/

Untuk menghasilkan pewarna yang kental, kurang lebih 25-30 bunga dibersihkan, lalu seduh dengan air panas hingga air berwarna biru.  Remas-remas bunga saat air menghangat. Tahap akhir, saring airnya dan jadilah seperempat gelas pewarna biru alami. Hasilnya bisa dilihat di gambar ini.

Perlu diingat pewarna alami berbeda sifatnya dengan pewarna buatan antara lain: 

  • mudah rusak ketika terkena panas tinggi
  • tidak tahan lama sehingga harus langsung di pakai atau masuk ke dalam kulkas
  • perlu dibuat ekstrak agar pekat warnanya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar