Tampilkan postingan dengan label keju asli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keju asli. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2023

Apakah Keju Olahan = Keju Asli?

Siapa sih yang nggak suka keju? atau tidak kenal keju? Keju identik denagn susu dan  makanan bergizi yang sangat baik terutama untuk anak anak. Walaupun keju begitu populer, mungkin di antara kita masih ada yang belum mengenal jenis jenis keju, terutama processed cheese atau keju olahan dan natural cheese, Keju Natural (saya sempat bingung dengan terjemahannya). Cara paling mudah mengetahui perbedaan keduanya adalah dengan melihat komposisinya.

Roti Isi Keju Meleleh

Ketika kita membeli keju, biasanya dalam kotak kemasan keju yang akan kita beli akan tercantum: Keju Cheddar olahan, itu berarti processed cheese. Dalam kemasan tersebut juga tercantum komposisinya. Komposisi keju olahan biasanya keju dengan bahan tambahan seperti emulsifer, minyak sayuran jenuh, pewarna makanan, garam, whey, gula dan lain lain. https://id.wikipedia.org/wiki/Keju_olahan. Keju olahan biasanya dikemas dalam karton dan dijual dalam suhu ruang. Sebelum dibuka, keju ini aman disimpan di luar kulkas sampai batas kedaluarsa. Bagaimana dengan natural cheese?

Komposisi natural cheese berbeda dengan keju olahan, biasanya dalam komposisi tercantum:  susu, rennet, starter, garam garaman dan lain lain. Tapi kenapa pada keju olahan kita tidak melihat ada rennet dalam komposisinya, padahal rennet ini adalah bahan utama dalam pembuatan keju? Ini karena keju olahan tidak membuat keju sendiri dari nol, keju olahan memproses keju yang sudah jadi, menambahkan bebagai bahan tambahan agar rasa dan teksturnya sesuai dengan selera pasar. Tentunya keju yang sudah jadi itu terbuat dari keju asli, hanya diolah kembali menjadi bentuk yang lebih disukai,  mudah diolah dan disimpan oleh konsumennya. 

Jadi nggak salah kan, kalau ada produk keju olahan yang mempromosikan kejunya sebagai keju asli? tentu tidak, karena memang keju yang dipakai adalah natural cheese. Bedanya, keju olahan ini juga memakai bahan tambahan lainnya. Masing masing produsen keju olahan pasti sudah  memiliki resep sendiri yang dirahasiakan untuk mengatur berapa banyak perbandingan keju, bahan pengisi minyak, garam, emulsifier, bahan pengawet dan lain lain. Ini juga yang menyebabkan rasa keju cheddar olahan setiap produk berbeda beda. 

Di Indonesia keju olahan yang dijual di pasaran cukup banyak, tapi natural cheese justru sangat langka. Kita bisa menemukan natural cheese di toko online atau supermarket yang besar. Biasanya keju ini disimpan dalam wadah kedap dan selalu diletakkan di lemari pendingin. Dalam petunjuk penyimpanan, keju ini selalu disimpan lebih rendah dari suhu ruang. Kenapa keju ini langka? karena di Indonesia, produsen natural cheese. Mungkin karena produk susu di Indonesia belum sebanyak Australia. Mungkin juga karena pangsa pasar natural cheese ini terbatas dan penanganan dan penyimpanannya cukup sulit karena harus disimpan dalam kulkas. Saya pernah mencoba keju natural merk Baros dan KPBS. Merk lainnya saya belum pernah coba.

Beberapa produsen natural cheese atau Keju Artisan di Indonesia antara lain: Rosalie Cheddar Cheese, 

Affinage Artisan Cheese, Rumah Keju Jogja, Keju Mazaarat,  Moon River Dairy, Baros dan KPBS. Namun sampai sekarang KPBS hanya memproduksi keju Mozarella, sementara Baros memproduksi Gouda, mozarella dan sekarang ada produk terbaru keju cheddar olahan. 

 

Keju Gouda sendiri ada 3 jenis, keju muda, sedang dan tua.




Saya mencoba Gouda Cheese Baros dulu sekali. Rasanya tidak biasa, agak aneh di lidah saya yang sudah terbiasa konsumsi keju olahan. Keju ini lebih  kompleks rasanya, tidak seperti keju olahan yang cenderung asin dan ada rasa susu. Ada aroma yang cukup kuat pada keju ini. Ketika masih menerima pesanan donat, saya pernah mencoba keju ini untuk topping. Saya  memakai keju Gouda Young yang  paling ringan rasanya dan masih bisa dipakai untuk topping. Komentar konsumen waktu itu adalah topping  kejunya kurang banyak. Dia tidak mengeluh soal rasanya, tapi dia ingin topping  keju yang lebih banyak lagi. Untuk harga pasaran, menggunakan natural cheese yang berlimpah sepertinya nyaris tidak mungkin, kecuali kalau konsumen mau membayar lebih. 

Natural cheese juga cocok sebagai bahan campuran kue, seperti kaastengel, cheese stick, widaran keju dan kudapan lainnya karena rasanya yang sangat kuat. Memakai sedikit saja, kejunya sudah terasa.

widaran keju

Bagaimana dari kandungan gizi? natural cheese isinya hanya keju, sementara keju olahan ada banyak bahan lain selain keju. Kalau memang ingin asupan keju yang bergizi, tentu natural cheesee lebih baik. Mungkin kita perlu mengkonsumsi berkali-kali lipat keju olahan lebih banyak dibanding natural cheese.  Jadi jangan heran ya kalau ada yang suka memberi keju olahan pada anak sebanyak 1 kotak untuk dihabiskan sebagai makanan selingan. Walaupun sudah 1 kotak, mungkin tidak terlalu kenyang karena kandungan kejunya adalah sekian persen dari total. Namun keju olahan ini memang cocok untuk topping, bahkan untuk dimakan begitu saja karena rasanya ringan, tidak terlalu kuat. 

Kue lumpur labu kuning topping keju

Keju olahan memiliki banyak kelebihan seperti mudah didapat, disimpan, dan memiliki rasa dan tekstur yang konsisten. Untuk bakulan kue, ini sangat penting karena tidak mungkin tiap pesanan dibuat dengan hasil yang berbeda.  Keju olahan juga lebih mudah mengolahnya, teksturnya mendekati dengan tekstur yang diinginkan pembuatnya. Bisa terlihat lengket, meleleh dan lentur.

Bagaimana kita membedakan keju olahan dan natural cheese jika tidak melihat komposisi dalam kemasan? 

  • Keju natural permukaannya tidak mengkilap, keju olahan mengkilap. 
  • Coba tes tekstur keju dengan cara memegang dan sedikit melipatnya. Biasanya keju natural akan hancur. Tetapi keju olahan lebih lentur dengan tekstur lebih lengket. Beberapa keju olahan bahkan tidak hancur meski sudah dilipat.
  • Keju natural mengeluarkan aroma berbeda tergantung jenisnya. Ada yang berbau earthy, nutty, dan buah. Sementara keju olahan tidak beraroma kuat.

Jadi baik keju olahan dan keju natural keduanya dapat kita konsumsi. Bedanya, pada keju olahan terdapat bahan tambahan dan pengawet yang menyebabkan keju lebih tahan lama dan dapat disimpan dalam suhu ruang. Beberapa keju olahan ada yang menambahkan ekstrak ragi yang kadang menjadi nama samaran untuk Mono Natrium Glutamat. 

Konsumsi keju juga tergantung dari apa yang ingin kita dapatkan, dan apa yang kita prioritaskan. Apakah kita memilih keju untuk mendapatkan rasa enak dari keju? jika lidah kita termasuk lidah yang suka dengan rasa asin dan susu dari keju, juga membutuhkan konsistensi dalam pengolahan keju, mungkin keju olahan lebih tepat. Tapi untuk mendapat nilai gizi dan kesehatan, pilihlah natural cheese. 

Sekali lagi, mau pilih keju olahan atau keju natural, membaca komposisi bahan pembuat keju sangat dianjurkan.

Sabtu, 09 April 2022

KRAFT Crolette Resep Mudah, Cepat Dan Enak

 

Gambar dari https://www.vecteezy.com/vector-art/4833103-house-wife-appreciation-concept

Saya termasuk ibu yang gemar sekali menambahkan keju ke dalam masakan dan kudapan terutama untuk anak anak. Dengan keju, rasanya lebih enak dan kandungan gizinya tinggi, sangat cocok untuk anak yang aktif, dan dalam masa pertumbuhan. Tentu saja agar maksimal, saya pilih keju Kraft.

Keju Kraft terbuat dari Keju Asli berbahan baku keju cheddar, bukan air atau tepung. Kraft dilengkapi nutrisi Calcimilk yang kaya akan kalsium, protein dan Vitamin D. Jadi keju Kraft memang cocok sekali terutama untuk anak anak di masa pertumbuhan yang membutuhkan banyak kalsium dan mutrisi lainnya. Selain itu rasa kejunya yang enak bikin anak anak tidak bisa menolaknya, bahkan bagi anak anak yang sering sulit makan dan melakukan Gerakan Tutup Mulut (GTM). Tulisan lebih lengkap tentang Kraft Keju Asli, #KejuAsliCheck, dapat dilihat di sini.

Komposisi keju Kraft Cheddar

Di bulan Ramadhan ini anak-anak saya termasuk yang berusia 8 tahun sudah berpuasa penuh sampai Maghrib. Untuk membantu mereka beraktivitas di saat puasa, saya berusaha memberikan hidangan sahur dan buka puasa yang cukup bergizi. Makanan yang mengandung banyak protein memberikan banyak manfaat bagi anak seperti meningkatkan daya tahan tubuh, membantu proses regenerasi sel, membantu pertumbuhan dan lain lain. Protein juga lambat dicerna sehingga tidak menimbulkan rasa lapar dalam waktu yang singkat. Salalh satu bahan makanan yang mengandung banyak protein itu adalah keju. Lagi lagi saya berusaha membuat hidangan keju untuk hidangan sahur dan berbuka, terutama untuk anak anak. 

Kadang-kadang saya juga mencoba membuat kreasi sendiri seperti beberapa yang ada di blog ini. Ada olahan puding keju, aneka gorengan, roti, kentang dan lain lain. Tapi, saya masih cari cari resep lain yang cocok untuk menambah variasi hidangan dan agar anak tidak bosan. 

Saya juga butuh resep yang dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat, mudah dan bahannya tidak terlalu rumit, sehingga dalam waktu beberapa menit hidangan sudah tersaji. Apalagi waktu puasa seperti ini,waktu jadi terasa lebih cepat karena walaupun tidak ada acara makan siang tapi kegiatan bertambah banyak. Di sini datanglah dilema.. Saya tidak ingin menghabiskan waktu terlalu lama di dapur untuk menyiapkan hidangan buka dan sahur, tapi saya juga ingin agar kandungan gizi anak anak dapat terjaga selama puasa dengan makan makanan cukup bergizi. Jadi saya cari resep yang mudah cepat dan sederhana, tapi tentu saja disukai dan sesuai dengan selera kami.

Saya mencari resep baru dengan berselancar di internet. Di situs Kraft dan Instagram, ada berbagai variasi resep olahan keju, kadang kadang saya berkunjung ke sana mencari inspirasi. Setelah berkunjung ke instagram Kraft, saya menemukan resep Kraft Crolette.

Dari fotonya saya langsung tertarik. Tampilannya cantik dan terlihat enak. Kejunya berbentuk mahkota dengan serat cantik di bagian pinggir. Saya juga menonton video proses pembuatannya. Jadi tambah tertarik deh, sepertinya tidak terlalu sulit dan hanya terdiri dari 2 bahan saja yaitu keju dan telur. Sebelum membuat saya baca ulang juga 'caption'nya. Ada beberapa tips dari Kraft agar berhasil membuatnya yaitu: 

  • Gunakan pan anti lengket, kalau perlu, oles pan dengan sedikit minyak. 
  • Kraft Crolette hanya berhasil jika menggunakan Keju KRAFT Cheddar. Keju yang digunakan harus asli dan berasal dari jenis keju Cheddar. Keju asli yang tidak diragukan lagi adalah Kraft. Dan teliti sebelum beli ya, pilih Keju Kraft varian Cheddar.

Karena sangat tertarik, saya langsung ingin mencobanya. saya ambil stok Kraft Cheddar di rumah dan praktek di dapur. Ini hasilnya. Karena di rumah suka sekali keju, saya tambahkan keju parut Kraft Cheddar di atasnya. Kalau dilihat dari foto, terlihat mahkotanya sangat tebal. Bagian pinggir mahkota terlihat agak melengkung, tidak lurus.

Pertama kali membuat Kraft Crolette

Kejadian yang saya alami ketika membuat Kraft Crolette antara lain:

  • Saya pakai pan yang saya gunakan untuk dadar telur, kadang lengket kadang tidak, jadi saya tambahkan minyak goreng agak banyak. Awalnya tentu saja lengket, tapi saya mencoba menunggu beberapa lama sampai keju agak berwarna coklat muda, baru saya coba angkat. Dan berhasil.

    Bukan Panci Anti Lengket

  • Karena takut hancur dan patah, saya pakai keju sebanyak banyaknya. Saya memakai keju Kraft 165 gram dan menghabiskan kurang lebih setengah bagiannya. Keju saya tuang begitu saja ke atas pan dari mangkok. Kalau mau bagus, sebaiknya menabur dengan menggunakan tangan sehingga keju tersebar merata.

    Keju lebih dari 70 gr (1 sachet kecil)

    Hasilnya tidak ada serat cantik yang terbentuk di bagian pinggir. Tapi karena baru pertama kali, saya pilih tidak berserat tapi tidak lengket dan dapat diangkat. Tahap berikutnya mungkin mau coba yang berserat dan tidak lengket.

  • Saya pakai parutan biasa dengan hasil yang agak halus dan jaraknya rapat. Teori saya, kalau jaraknya rapat, kejunya sulit menghasilkan serat cantik. Mungkin nanti bisa coba dengan parutan yang agak kasar.
    Parutan agak halus untuk keju
  • Crolette yang saya buat memang agak mendekati gosong, karena saya harus mengurus gawai yang tiba tiba 'error' ketika membuat video proses pembuatan. Ini  membuat saya terlambat mengangkat Crolette. Padahal api dan waktu adalah faktor penting dalam proses pembuatan Crolette.  Jangan coba-coba memasak Crolette sambil mengerjakan pekerjaan lain agar tidak gosong. 

    Crolette agak gosong
 
  • Crolette saya agak kaku walaupun tidak hancur. Ini mungkin karena terlambat mengangkatnya. Waktu mengangkat harus tepat. Terlalu lama akan gosong kaku, terlalu cepat masih lengket. Mesti rajin diperiksa lengket atau tidak, warnanya seperti apa, dan berapa perkiraan temperaturnya agar hasilnya tetap bagus. Sekali lagi, tidak boleh dikerjakan sambil mengerjakan pekerjaan lain.

    Crolette kaku dan rawan hancur

Walaupun hasilnya masih ala kadarnya, tapi rasanya enak sekali. Anak anak langsung suka dan menghabiskannya dengan senang hati. Mereka minta ini menjadi resep masakan kami sehari hari terutama di bulan Ramadhan. Rasanya enak, kandungan gizinya tinggi, berenergi, dan kaya protein sehingga tidak mudah menjadi lapar. Anak mudah menghabiskan menu ini waktu sahur dan berbuka dan tetap melaksanakan kegiatan sehari harinya dengan bersemangat.

Saya lega karena menemukan satu resep yang langsung jadi favorit keluarga dan cocok dibuat selama bulan puasa. KRAFT Crolette bisa alternatif menu simple, bernutrisi dan menggugah selera untuk sajian keluarga terutama di bulan Ramadan. 

Ayo coba juga resepnya, sekarang sedang ada event menarik dari Kraft yaitu tantangan membuat Crollete di blog  yang diselenggarakan oleh IIDN, dengan hadiah untuk 70 peserta tercepat dan 3 pemenang utama. Lomba ini diselenggrakan sampai tanggal 20 April 2022.

 


Kita bisa bercerita pengalaman atau hasil eksplorasi di dapur dengan resep Kraft Crolette ini seperti :

  • Mencoba bentuk lain. Bisakah kita membuat bentuk mangkuk, kerucut, dan lain lain. 
  • Alternatif pendampingnya selain omelette. Crown keju ini tidak hanya cocok disajikan dengan omelette, alternatifnya tidak terbatas seperti: topping sop, salad,  sosis, spagetti, daging, jamur, kacang dan lain lain. 
  • Cara memasaknya. Kita juga bisa mencoba apakah Crolette hanya dapat dimasak di pan. Bagaimana kalau dipanggang dalam oven? atau di dalam Microwave? atau mungkin Air Fryer?   

Saya jadi tidak sabar ingin juga membaca hasil karya teman teman dan pengalamannya di lomba blog ini. Jangan lupa baca teliti segala persyaratan lomba di sini. Ayo kita berkreasi!